WWW.PASJABAR.COM – Botafogo vs PSG menjadi salah satu laga paling mengejutkan dalam fase grup Piala Dunia Antarklub 2025.
Digelar di Rose Bowl, Pasadena, Jumat (20/6/2025) pagi waktu Indonesia, pertandingan ini berakhir dengan kemenangan sensasional 1-0 untuk Botafogo atas raksasa Eropa, Paris Saint-Germain.
Gol tunggal dalam laga ini dicetak oleh Igor Jesus pada menit ke-36, memanfaatkan umpan cerdik dari Jefferson Savarino. Dan aksi individu impresif yang membuat lini belakang PSG tak berkutik.
Tembakan Jesus yang sempat membentur bek Willian Pacho mengecoh Gianluigi Donnarumma. Dan menjadi satu-satunya gol dalam laga sengit tersebut.
Kemenangan ini tak hanya membuat Botafogo mengoleksi enam poin dan memuncaki klasemen sementara Grup B. Tetapi juga mencatatkan sejarah sebagai tim pertama asal Amerika Selatan sejak 2012 yang berhasil menundukkan wakil Eropa di ajang ini.
Pertahanan Kokoh Botafogo Gagalkan Dominasi PSG
Sepanjang pertandingan Botafogo vs PSG, PSG mendominasi penguasaan bola. Dan menciptakan total 16 percobaan tembakan. Namun hanya dua yang mengarah ke gawang.
Botafogo tampil dengan disiplin tinggi, memprioritaskan organisasi pertahanan dan menahan gelombang serangan Les Parisiens.
Botafogo hanya butuh empat tembakan—semuanya tepat sasaran—untuk mengancam pertahanan lawan.
PSG sempat mencetak gol pada menit ke-79, namun dianulir karena offside. Hingga peluit akhir, skuad asuhan Renato Paiva berhasil menjaga keunggulan dan memastikan tiga poin berharga.
“PSG adalah tim hebat. Tapi saya katakan pada pemain saya: serang bersama, bertahan bersama, dan nikmati permainan. Dan mereka melakukannya. Luar biasa,” kata Paiva usai pertandingan. “Kami menang dengan cara mereka sendiri—disiplin, kompak, dan fokus.”
PSG Kehilangan Taji, Botafogo Jadi Tim Pertama yang Jaga Clean Sheet Lawan PSG Sejak Maret
Ini adalah kekalahan pertama PSG sejak 3 Mei dan juga pertama kalinya mereka gagal mencetak gol dalam 19 pertandingan terakhir—rekor yang sebelumnya hanya berhasil dihentikan oleh Liverpool di Liga Champions Maret lalu.
Absennya Ousmane Dembélé yang masih cedera serta rotasi pemain yang dilakukan pelatih Luis Enrique tampaknya berdampak pada tumpulnya lini serang PSG.
“Kami kesulitan menembus pertahanan mereka. Setiap tim sangat termotivasi saat melawan kami,” ujar Enrique, dikutip dari ESPN.
Euforia Suporter Brasil dan Dominasi Klub Negeri Samba
Kemenangan Botafogo disambut meriah oleh ribuan suporter Brasil yang memadati tribun Rose Bowl. Dalam atmosfer yang penuh semangat, Igor Jesus merayakan golnya dengan melompati pembatas stadion dan memeluk para penggemar.
Empat klub Brasil yang ikut serta dalam turnamen 32 tim ini sejauh ini belum terkalahkan. Menjadi bukti kuat bahwa sepak bola Brasil masih menjadi kekuatan besar di level global.
“Ini soal kualitas pemain dan pelatih Brasil. Sepak bola Brasil selalu punya tempat di panggung dunia,” tegas Paiva.
Laga Penentuan Menanti
Selanjutnya, Botafogo akan menghadapi Atlético Madrid pada Senin (23/6/2025), masih di Rose Bowl, dengan peluang besar untuk lolos ke fase gugur. Sementara PSG akan bertarung hidup-mati melawan Seattle Sounders demi menjaga peluang melaju ke babak berikutnya.
Kemenangan bersejarah atas PSG tak hanya membuka lebar pintu menuju babak selanjutnya bagi Botafogo. Tetapi juga menegaskan kembali posisi klub Brasil sebagai kekuatan global di pentas Piala Dunia Antarklub. (han)











