# janji farhan untuk bandung
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk mewujudkan kota yang ramah anak dan inklusif kini bukan sekadar wacana. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan organisasi internasional Save the Children, Rabu (2/7/2025), di Balai Kota Bandung.
Penandatanganan ini menjadi tonggak awal kerja sama strategis dalam menyusun kebijakan, infrastruktur, dan program sosial yang menyasar anak-anak dan penyandang disabilitas.
“Alhamdulillah, ini bukan hanya seremoni. Ini bentuk nyata dari komitmen kami membangun Bandung yang benar-benar ramah anak dan disabilitas,” tegas Farhan.
Trotoar Inklusif: Ruang Publik Aman untuk Semua
Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah pembangunan trotoar inklusif berbahan aspal. Jalur ini didesain agar dapat diakses dengan aman oleh penyandang disabilitas, khususnya pengguna kursi roda dan tuna netra.
Proyek percontohan ini membentang sepanjang 800 meter melintasi Jalan Belitung, Sumatera, Aceh, dan Kalimantan. Saat ini, 200 meter telah rampung dan sisanya ditargetkan selesai dalam waktu dekat.
“Ini percobaan pertama kami. Kami ingin membuktikan bahwa ruang publik harus bisa dinikmati oleh siapa saja, tanpa kecuali,” ujar Farhan.
Pendidikan Inklusif Jadi Prioritas
Farhan juga mengungkap tantangan besar di sektor pendidikan, terutama dalam hal keterbatasan guru yang mampu menangani anak-anak berkebutuhan khusus.
“Kita tidak bisa memaksa semua sekolah jadi inklusif, tapi akan ada sekolah-sekolah khusus yang kami fokuskan untuk itu. Kita juga gandeng UPI untuk menyiapkan guru-guru yang terlatih,” jelasnya.
Selain sekolah negeri, Pemkot Bandung juga mengajak sekolah swasta ikut ambil bagian. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan praktik baik yang dapat diadopsi dalam kebijakan kota.
Infrastruktur dan Aksesibilitas Jadi Fokus
Dengan jumlah penyandang disabilitas yang mencapai 4 persen dari total penduduk Bandung, Farhan menilai penting untuk memulai perubahan dari sektor infrastruktur dasar seperti fasilitas umum, sekolah, kantor pemerintahan, dan rumah ibadah.
“Kalau akses sudah disiapkan, masyarakat akan lebih terbuka dan inklusif,” katanya.
Save the Children Siap Dampingi
CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, menyambut baik langkah Pemkot Bandung. Ia menegaskan bahwa perubahan sosial tidak bisa dikerjakan satu pihak saja.
“Kami akan terus mendukung Bandung dalam menyusun kebijakan, pelatihan, dan kampanye kesadaran publik,” ungkapnya. (rif)
# janji farhan untuk bandung












