WWW.PASJABAR.COM – Masa depan Luis Diaz di Liverpool semakin tak pasti menyusul laporan bahwa dua raksasa Eropa, Bayern Munich dan Barcelona, kini tengah memperebutkan jasa penyerang sayap asal Kolombia tersebut dalam bursa transfer musim panas 2025.
Menurut laporan dari Bild, Bayern Munich telah mengajukan tawaran senilai £52 juta (€60 juta) kepada Liverpool. Sebuah angka yang cukup besar namun masih jauh dari £68 juta yang diklaim menjadi harga yang ditetapkan The Reds.
Tawaran ini menyusul kebutuhan mendesak Bayern untuk memperkuat lini depan mereka. Yang tengah kehilangan Leroy Sané dan Jamal Musiala karena cedera dan kepindahan.
Situasi ini diperumit oleh fakta bahwa Luis Diaz sendiri dilaporkan terbuka untuk hengkang. Bahkan telah menunjukkan ketertarikannya bergabung dengan Bayern.
Namun, menurut laporan berbeda dari Mundo Deportivo, Díaz masih memprioritaskan kepindahan ke Barcelona, klub impiannya sejak lama.
Ia bahkan disebut-sebut tak akan meminta klausul khusus terkait pendaftaran pemain. Meskipun Barcelona masih dibayangi oleh kendala financial fair play (FFP).
Dilema Liverpool
Di sisi lain, Liverpool berada di tengah dilema. Meski secara finansial tawaran dari Bayern tergolong menggiurkan, kepergian Díaz akan meninggalkan lubang besar di lini depan The Reds.
Apalagi mereka juga baru saja kehilangan Diogo Jota, yang membuat stok penyerang semakin terbatas.
Pelatih anyar Arne Slot kini harus memikirkan rencana cadangan jika Díaz benar-benar hengkang. Salah satu opsi yang muncul adalah Rodrygo Goes dari Real Madrid.
Penyerang asal Brasil tersebut dinilai cocok untuk peran sayap kiri dan berpotensi menjadi senjata baru Liverpool. Terlebih jika Madrid bersedia menurunkan harga dari €90 juta yang diminta saat ini.
Nama lain yang juga masuk radar adalah Malick Fofana, pemain muda Lyon yang tampil gemilang musim lalu dengan 11 gol dan 6 assist. Ia dinilai sebagai opsi jangka panjang yang menjanjikan.
Antara Ambisi dan Impian
Kedua klub peminat pun memiliki daya tarik masing-masing. Bayern Munich menawarkan stabilitas, peluang juara domestik, dan kompetisi Liga Champions yang konsisten.
Bagi Díaz, bermain di Bundesliga juga bisa menjadi ruang eksplorasi baru di usia emasnya, yakni 28 tahun.
Namun, Barcelona menawarkan daya tarik emosional, sebagai klub impian dan panggung La Liga yang familiar bagi banyak pemain Amerika Latin. Selain itu, di bawah pelatih baru Hansi Flick, proyek kebangkitan Barcelona terlihat menjanjikan, meski dibayangi kendala keuangan.
Luis Diaz sendiri dalam beberapa wawancara terakhir tidak menutup kemungkinan untuk pindah.
“Kami sedang dalam proses negosiasi. Saya bahagia di Liverpool, tapi kita lihat saja nanti keputusan terbaik seperti apa,” ujarnya kepada media Kolombia.
Dengan dua klub besar bersaing dan Díaz menunjukkan keterbukaan terhadap transfer, nasib sang pemain kini tinggal menunggu langkah konkret dari pihak Liverpool dan keseriusan negosiasi.
Apakah Díaz akan memilih stabilitas dan kepastian dari Bayern Munich, atau mengejar mimpi masa kecilnya bersama Barcelona?
Semua masih terbuka, dan saga transfer ini tampaknya akan menjadi salah satu yang paling menarik di musim panas 2025. (han)












