www.pasjabar.com — Raksasa Serie A, AC Milan, resmi memperkenalkan rekrutan anyar mereka, Luka Modric, pada bursa transfer musim panas 2025. Ia pun resmi menggunakan nomor punggung 14 demi Piala Dunia 2026.
Modric direkrut secara gratis setelah kontraknya bersama Real Madrid tidak diperpanjang. Gelandang asal Kroasia ini menandatangani kontrak berdurasi satu tahun dengan opsi perpanjangan hingga Juni 2027.
Dalam pernyataan resmi klub, Milan menyebutkan: “AC Milan dengan bangga mengumumkan bahwa Luka Modric telah meneken kontrak hingga 30 Juni 2026 dengan opsi perpanjangan satu tahun hingga 30 Juni 2027.”
Modric akan mengenakan nomor punggung 14 di San Siro, nomor yang sebelumnya dipakai Tijjani Reijnders sebelum pindah ke Manchester City.
Alasan Modric Pilih AC Milan: Hindari Real Madrid dan Siap Piala Dunia
Keputusan Luka Modric bergabung dengan Milan bukan sekadar pelarian dari Madrid. Ia disebut ingin menjaga performa fisik dan mentalnya untuk Piala Dunia 2026, turnamen yang kemungkinan menjadi penutup kariernya bersama Timnas Kroasia.
Salah satu alasan lain adalah karena AC Milan tidak tampil di Liga Champions 2025/26, sehingga Modric tidak akan bertemu Real Madrid—tim yang telah membesarkan namanya. Menurut laporan dari Marca, Modric merasa belum siap menghadapi kemungkinan harus melawan mantan rekan satu timnya di panggung Eropa.
Nomor 14, Warisan Boban, dan Misi Membimbing Pemain Muda
Luka Modric akan mengenakan nomor punggung 14, angka yang pernah ia pakai saat membela Tottenham Hotspur. Di Milan, nomor ini sebelumnya dipakai oleh Reijnders dan juga identik dengan legenda Kroasia, Zvonimir Boban—sosok yang diidolakan Modric sejak lama.
Tak hanya mengenakan nomor Boban, Modric juga diharapkan bisa mewarisi perannya sebagai pemimpin di lini tengah Milan. Ia diproyeksikan menjadi mentor bagi gelandang muda Samuel Ricci dan pemain muda lainnya, sekaligus menjaga kestabilan permainan Milan dari sektor tengah.
Langkah Strategis Modric di Akhir Karier
Transfer Modric ke AC Milan dipandang sebagai langkah strategis di penghujung kariernya. Usia 39 tahun memang bukan lagi usia ideal bagi pemain di level kompetitif seperti Serie A. Namun dengan teknik, pengalaman, dan visi bermain yang masih top, Modric diyakini tetap bisa memberi kontribusi signifikan.
Kini publik menantikan, apakah Modric akan menjadi pembelian cerdas seperti Zlatan Ibrahimovic atau Giroud—atau malah mengulang kisah pemain veteran yang gagal bersinar bersama Rossoneri.












