www.pasjabar.com — Langkah Malaysia di Piala AFF U-23 2025 langsung tersandung. Kekalahan di laga pembuka membuat Timnas Malaysia terpuruk di peringkat ketiga klasemen Grup A. Malaysia tak meraih satu poin pun setelah ditekuk Filipina 0-2, sedangkan Indonesia tampil gemilang dengan membantai Brunei 8-0.
Dengan hasil tersebut, Indonesia dan Filipina sama-sama mengoleksi tiga poin. Namun, Garuda Muda berhak memuncaki klasemen karena unggul dalam selisih gol yang jauh lebih baik (+8 berbanding +2).
Peluang ke Semifinal Semakin Menipis
Kekalahan ini memberi tekanan besar kepada skuad muda Malaysia. Mereka kini berada dalam posisi sulit, karena harus meraih hasil maksimal di dua laga sisa. Malaysia dijadwalkan menghadapi Brunei Darussalam pada matchday kedua, dan akan bertemu tuan rumah Indonesia di laga penentu Grup A.
Jika gagal meraih poin penuh saat melawan Brunei, maka kans Malaysia untuk melaju ke semifinal bisa dikatakan tertutup. Sebab hanya juara grup dan satu runner-up terbaik dari tiga grup yang berhak melangkah ke semifinal.
Rekor Buruk Malaysia di Piala AFF U-23
Sejak pertama kali digelar pada tahun 2005, Malaysia belum pernah sekalipun menjadi juara Piala AFF U-23. Prestasi terbaik Harimau Muda hanya finis di posisi keempat, yakni pada edisi perdana (2005) dan edisi terbaru sebelum ini (2023).
Kegagalan demi kegagalan membuat publik Malaysia mulai mempertanyakan arah pembinaan usia muda mereka. Apalagi ketika tim-tim tetangga seperti Indonesia dan Vietnam mulai menunjukkan hasil konkret dalam level usia muda.
Partai Hidup-Mati Hadapi Brunei
Pertandingan melawan Brunei menjadi laga hidup-mati bagi Malaysia. Brunei juga berada di dasar klasemen tanpa poin dan selisih gol yang buruk (-8). Artinya, Malaysia wajib menang besar untuk menjaga asa lolos sekaligus mengejar selisih gol Filipina.
Namun tantangan sebenarnya akan hadir saat menghadapi tuan rumah Indonesia di laga terakhir. Dengan performa Indonesia yang tengah on fire, peluang Malaysia mencuri poin akan sangat berat, bahkan bisa jadi Timnas Malaysia semakin terpuruk












