BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Dua ruang kelas di SDN Sindangsari, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat mengalami kerusakan parah pada bagian atap plafon.
Lubang di beberapa titik membuat para siswa harus ekstra hati-hati saat mengikuti proses belajar-mengajar, terutama saat cuaca sedang tidak bersahabat.
Kondisi memprihatinkan ini terlihat pada Selasa (22/7/2025) siang. Meski atap plafon di ruang kelas empat dan lima telah rusak sejak tahun lalu, para pelajar tetap antusias belajar di tengah keterbatasan.
“Saya takut pas belajar hujan, nanti bisa bocor atau roboh,” kata Hanif, salah satu siswa SDN Sindangsari.
Hal senada disampaikan Winanti, pelajar lainnya. Ia mengaku sering merasa was-was ketika belajar di kelas, terutama saat angin kencang datang.
“Kalau angin, suka goyang-goyang. Kita suka diajak belajar di tempat lain kalau hujan,” ujarnya.
Para guru pun harus bersikap sigap setiap kali cuaca memburuk. Mereka akan memindahkan siswa ke ruang yang lebih aman demi menghindari kemungkinan bahaya dari atap yang bisa ambruk sewaktu-waktu.
Namun, saat cuaca cerah, kelas tetap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Sindangsari, Endang Sukanda menjelaskan, pihak sekolah sudah melaporkan kondisi ruang kelas yang rusak tersebut kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat.
“Kami sudah ajukan permohonan perbaikan sejak lama. Harapannya segera ditindaklanjuti karena ini menyangkut keselamatan siswa,” ujar Endang.
Menanggapi laporan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat menyatakan akan segera memperbaiki dua ruang kelas yang mengalami kerusakan dalam waktu dekat. Tujuannya agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara aman dan nyaman. (uby)









