WWW.PASJABAR.COM – Publik China dikejutkan oleh kabar eksekusi mati aktor dan penyanyi Zhang Yiyang yang baru terungkap pada Juli 2025.
Zhang dieksekusi pada 18 Desember 2024 lalu setelah dinyatakan bersalah membunuh kekasihnya yang masih berusia 16 tahun.
Kasus ini sontak viral dan memicu diskusi panas di media sosial. Terutama setelah diketahui bahwa karya Zhang tetap dirilis meskipun ia telah menjalani hukuman mati.
Kronologi Pembunuhan Brutal
Menurut laporan Pengadilan Rakyat Menengah Xianyang, Provinsi Shaanxi, peristiwa tragis itu terjadi pada 26 Februari 2022. Zhang, kala itu berusia 30 tahun, mengajak kekasihnya ke sebuah hutan di Kota Xingping dengan alasan merayakan ulang tahun.
Namun, di lokasi tersebut mereka justru terlibat pertengkaran setelah sang kekasih menyatakan ingin mengakhiri hubungan.
Tak mampu menerima keputusan itu, Zhang kemudian mengeluarkan pisau lipat dan menusuk leher kekasihnya berkali-kali, memutus arteri karotis dan tenggorokannya. Korban tewas seketika akibat kehabisan darah dan kesulitan bernapas.
Usai melakukan pembunuhan, Zhang melarikan diri dari lokasi kejadian. Membuang pakaian serta ponsel korban ke dalam bak penampungan air, lalu menginap di sebuah hotel.
Di sana ia sempat mencoba bunuh diri, namun gagal dan akhirnya ditangkap polisi setelah dilaporkan oleh staf hotel.
Hukuman Mati dan Eksekusi
Setelah melalui proses peradilan panjang, Zhang Yiyang dinyatakan bersalah atas tuduhan pembunuhan berencana dan dijatuhi hukuman mati. Permohonan bandingnya ditolak.
Pada 18 Desember 2024, Zhang resmi dieksekusi dengan regu tembak—metode standar eksekusi di China. Menariknya, eksekusi ini tidak dipublikasikan ke publik dan baru terungkap lewat laporan investigasi pengadilan pada pertengahan 2025.
Kasus ini menjadi sorotan karena Zhang adalah entertainer pertama di China daratan yang menjalani hukuman mati.
Profil Zhang Yiyang
Zhang Yiyang lahir pada 1 Mei 1990 di Xingping, Xianyang, Shaanxi. Kariernya di dunia hiburan dimulai lewat program televisi Shaanxi TV pada 2012.
Menggunakan nama panggung Gui Zai, ia kemudian merilis album debut Crying Man pada 2015. Dan tampil di berbagai acara musik serta reality show populer di China.
Di tahun 2018, Zhang melebarkan sayap ke dunia akting melalui film The Soul of the Dragon dan beberapa serial televisi. Beberapa lagunya seperti I Only Care About People Who Care About Me dan So Care About You sempat dikenal luas di kalangan penggemarnya.
Kontroversi Rilis Film Pasca Eksekusi
Yang membuat publik kian geram adalah perilisan film terakhir Zhang berjudul Jie You Yin Sheng Guan pada Maret 2025, tiga bulan setelah eksekusinya. Film itu menuai protes keras warganet yang menilai karya tersebut seharusnya dibatalkan peredarannya.
Ribuan pengguna Douban, platform ulasan film terpopuler di China, memberikan rating bintang satu sebagai bentuk protes.
Mereka mempertanyakan standar industri hiburan yang tetap menayangkan karya Zhang. Berbeda dengan kebijakan ketat terhadap artis lain yang tersandung kasus hukum.
Respons Publik dan Sorotan Media
Kasus Zhang Yiyang memicu perdebatan luas tentang pengawasan industri hiburan dan etika publikasi karya seniman bermasalah. Banyak warganet menilai bahwa ketenaran tidak seharusnya memberi keringanan bagi pelaku kejahatan serius.
Selain itu, kasus ini juga membuka diskusi soal perlindungan terhadap anak di bawah umur. Dan dampak relasi tidak sehat yang melibatkan kekerasan dan manipulasi emosional.
“Ini pengingat keras bahwa ketenaran bukan alasan kebal hukum. Hukuman ini harus jadi pelajaran bagi siapa pun,” tulis salah satu komentar populer di Weibo.
Fakta Singkat Kasus Zhang Yiyang
- Korban: Kekasih Zhang, 16 tahun
- Lokasi: Hutan di Kota Xingping, Shaanxi
- Tindak kejahatan: Pembunuhan berencana dengan pisau lipat
- Tanggal kejadian: 26 Februari 2022
- Hukuman: Hukuman mati (regu tembak)
- Tanggal eksekusi: 18 Desember 2024
- Karya kontroversial: Film Jie You Yin Sheng Guan rilis Maret 2025 (han)









