BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pasundan (Unpas) menggelar kegiatan diklat dan pembekalan bagi mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2025.
Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (5/8/2025) di Kampus II Unpas, Jl. Tamansari No. 6–8, Kota Bandung, dan diikuti ratusan mahasiswa lintas program studi.
Acara ini turut dihadiri oleh Dekan FKIP Unpas Dr. Hj. Dini Riani, M.M., Ph., Camat Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut Iwan Riswandi, S.IP., jajaran Wakil Dekan, Ketua Program Studi FKIP, serta ratusan mahasiswa peserta KKN.
Kehadiran jajaran pimpinan fakultas dan pemerintah daerah ini menandai dukungan penuh. Terhadap pelaksanaan KKN Tematik yang akan segera dilakukan.
Kegiatan ini menjadi tahap awal sebelum para mahasiswa diterjunkan langsung ke lokasi KKN. Di Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, yang akan berlangsung 12–21 Agustus 2025.
Sebanyak 325 mahasiswa FKIP Unpas dari enam program studi akan mengabdikan diri di tujuh desa. Yakni Ciburuy, Pamalayan, Cinisti, Panembong, Mekarjaya, Karyajaya, dan Hegarmanah.
Tema: Membangun Desa Cerdas, Mencetak Generasi Unggul

Ketua Pelaksana KKN FKIP Unpas, Dr. Ida Yayu Nurul Hizqiyah, S.Pd., M.Si, menjelaskan bahwa KKN Tematik ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat.
Yang memungkinkan mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata.
“Harapan kami mahasiswa mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan secara langsung. Sehingga berkontribusi menyelesaikan masalah yang ada kaitannya dengan masyarakat,” ujar Ida Yayu.
Tema KKN tahun ini adalah “Membangun Desa Cerdas, Mencetak Generasi Unggul”.
Menurut Ida Yayu, lokasi Bayongbong dipilih karena memiliki potensi sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) yang besar. Termasuk UMKM yang telah berkembang serta hasil pertanian melimpah.
Semangat masyarakat setempat untuk terus berkembang menjadi modal penting dalam pelaksanaan KKN ini.
Program Unggulan: Dari Edukasi Sampah hingga Digitalisasi UMKM
KKN tahun ini tidak hanya berfokus pada program konvensional seperti pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial. Tetapi juga menyisipkan program unggulan berbasis kebutuhan masyarakat setempat. Beberapa di antaranya adalah:
- Edukasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis lingkungan melalui pendekatan partisipatif. - Digital Marketing untuk UMKM Desa
Memberikan pelatihan pemasaran digital kepada UMKM lokal yang sudah eksis tetapi belum memanfaatkan teknologi media sosial secara optimal. - Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
Mengaplikasikan hasil penelitian dosen dan mahasiswa tentang potensi tanaman obat di Tatar Pasundan, yang akan dipadukan dengan teknologi modern. - Program Inovasi Kreativitas Desa
Memanfaatkan potensi lokal seperti jagung yang selama ini hanya digunakan sebagian (biji untuk aci, daun untuk bungkus dodol) untuk diolah lebih kreatif dan bernilai tambah melalui pendekatan bioteknologi.
Kolaborasi Mahasiswa Lintas Prodi

Mahasiswa peserta KKN berasal dari berbagai program studi di FKIP Unpas.
Di antaranya Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Ekonomi Akuntansi, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Matematika.
Dari total mahasiswa yang diterjunkan, komposisi peserta terdiri atas 278 mahasiswa perempuan dan 65 mahasiswa laki-laki. Tiap desa akan ditempatkan 46–50 mahasiswa dengan satu dosen pembimbing lapangan.
Seorang mahasiswa PGSD semester 7, mengaku antusias mengikuti pembekalan ini.
“Untuk pembekalan hari ini sangat menyenangkan. Nantinya akan ada pembagian kelompok dan kita bisa berkolaborasi dengan prodi lain. Programnya akan terjun langsung ke masyarakat, jadi kita bisa mengeluarkan tenaga dan menghadirkan inovasi baru untuk kampung yang kita tempati,” ujarnya.
Mengusung Nilai Islam dan Budaya Sunda
Ida Yayu menambahkan, KKN tahun ini juga selaras dengan visi misi Unpas yang mengusung nilai Islam dan budaya Sunda.
Jika KKN sebelumnya lebih berorientasi pada program konvensional, tahun ini program unggulan dirancang. Berdasarkan kebutuhan pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten.
“Kami berharap mahasiswa bisa memberikan kontribusi nyata. Sekaligus mengasah kompetensi mereka sebagai calon guru yang kelak dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan persiapan matang melalui pembekalan ini, para mahasiswa FKIP Unpas diharapkan mampu mengoptimalkan peran mereka. Dalam membangun desa cerdas dan membantu mencetak generasi unggul di Bayongbong, Garut. (han)












