London, www.pasjabar.com — Gelandang veteran asal Kroasia, Luka Modric, akhirnya melakoni penampilan perdananya bersama AC Milan pada laga persahabatan melawan Chelsea di Stamford Bridge, Minggu (10/8) waktu setempat.
Debutnya terjadi di tengah situasi sulit, di mana timnya sudah tertinggal dua gol dan bermain dengan 10 pemain.
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengaku tidak menyangka pemain berusia 39 tahun itu harus bermain selama satu babak penuh.
Allegri Sebut Kondisi Modric Belum Maksimal
Masuk menggantikan Samuele Ricci di babak kedua, Luka Modric langsung menunjukkan kelasnya dengan mencatatkan 93 persen umpan sukses dari 35 sentuhan bola.
Meskipun tampil cukup solid, Allegri mengungkapkan bahwa kondisi fisik Modric belum sepenuhnya siap.
“Dia baru saja tiba, dia perlu berlatih,” ujar Allegri seusai laga. “Saya berharap dia bermain 30 menit, tapi ternyata dia bermain 45 menit. Dirinya juga perlu meningkatkan kondisinya karena dia mulai lebih lambat dari yang lain.”
Pernyataan Allegri ini wajar, mengingat Modric baru saja bergabung dengan tim dan memerlukan waktu adaptasi fisik setelah 13 tahun bermain di Real Madrid.
Misi Pribadi Sang Veteran di Rossoneri
Keputusan Luka Modric bergabung dengan AC Milan menjadi babak baru dalam karier sepak bolanya. Modric menandatangani kontrak hingga akhir musim 2025-2026, yang akan membuatnya bermain hingga usianya menginjak 40 tahun.
Bergabungnya Modric ke Rossoneri tak lepas dari ambisi pribadinya untuk mengamankan tempat di skuad tim nasional Kroasia yang akan berjuang di Piala Dunia 2026.
Di sisi lain, transfer ini juga diyakini sebagai wujud dari impian masa kecil Modric. Saat masih kecil, ia disebut mengidolakan legenda Milan, Zvonimir Boban, dan pernah berfoto mengenakan jersey Rossoneri. Kini, ia berkesempatan mengikuti jejak sang idola.
Legenda Real Madrid Penuh Gelar
Luka Modric datang ke AC Milan dengan segudang prestasi gemilang selama membela Real Madrid. Selama 13 tahun di Santiago Bernabeu, ia mencatatkan 43 gol dan 95 assist dalam 597 penampilan.
Kontribusinya membawa Los Blancos meraih 28 trofi, termasuk enam trofi Liga Champions dan empat gelar LaLiga.
Di tingkat individu, Modric berhasil meraih penghargaan paling bergengsi, Ballon d’Or, pada tahun 2018.
Kemenangannya tersebut memutus dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang berlangsung selama satu dekade.
Dengan pengalaman dan mental juara yang dimilikinya, kehadiran Modric diharapkan mampu membawa dampak positif bagi AC Milan, baik di dalam maupun luar lapangan.












