BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Suasana Lapangan Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, dipenuhi sorak-sorai ribuan warga yang berdesakan menyaksikan sebuah pertunjukan fashion show unik.
Bukan sekadar fashion show biasa, panggung ini menampilkan deretan busana memukau yang seluruhnya dibuat dari bahan daur ulang sampah.
Ajang yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ini menghadirkan kreativitas warga dari berbagai latar belakang.
Satu per satu peserta berjalan percaya diri di atas runway, memperlihatkan rancangan mereka yang terbuat dari sterofoam bekas. Botol air mineral, bungkus makanan ringan, hingga plastik kemasan.
Karya yang Menarik Perhatian
Salah satu karya yang menarik perhatian datang dari Dewi Indah Wulansari. Ia membawakan busana daur ulang bertema Bunga Bermekaran, lengkap dengan hiasan kelopak berwarna cerah yang dibuat dari plastik bekas.
“Butuh waktu hampir dua minggu untuk menyiapkan busana ini. Saya ingin menunjukkan bahwa sampah bisa disulap menjadi sesuatu yang indah,” ujarnya.
Tak hanya busana berbahan daur ulang, panggung fashion show Batujajar juga menampilkan keragaman budaya dan gaya.
Mulai dari busana adat Nusantara yang anggun, busana muslim modern yang elegan, karnaval penuh warna. Hingga busana kolosal yang dirancang dengan detail megah.
Camat Batujajar, Deden Mulyadi, mengungkapkan kebanggaannya atas partisipasi masyarakat yang semakin tinggi dari tahun ke tahun.
“Fashion show Batujajar bukan sekadar ajang hiburan. Ini adalah media edukasi lingkungan sekaligus pelestarian budaya. Kreativitas warga luar biasa, dan ini bisa menjadi inspirasi daerah lain,” katanya.
Penonton pun tak kalah antusias. Siti Aisyah, salah satu warga yang datang bersama anaknya, mengaku terkesan dengan kreativitas para peserta.
“Anak saya sampai bengong melihat baju dari bungkus snack. Ternyata kalau mau kreatif, sampah pun bisa jadi cantik,” ujarnya sambil tersenyum.
Acara ini telah menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti. Tahun ini merupakan gelaran keempat. Dan panitia mencatat peningkatan jumlah peserta serta variasi desain yang lebih beragam dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Selain pertunjukan busana, di lokasi juga digelar bazar UMKM dan pameran kerajinan tangan berbahan limbah. Yang turut menarik perhatian pengunjung.
Dengan semangat kemerdekaan, warga Batujajar membuktikan bahwa kreativitas bisa menjadi solusi nyata bagi masalah lingkungan. Sekaligus menghadirkan hiburan yang mendidik. (uby)











