# Play and Learn Sumarecon Mall Bandung
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Insiden tak menyenangkan menimpa seorang balita bernama Tegep Gibran Gumilar saat bermain di wahana Play and Learn yang berlokasi di Sumarecon Mall Bandung, Sabtu (16/8/2025) lalu.
Balita tersebut mengalami luka di pipi akibat terkena sabetan gelang tiket yang wajib dikenakan semua pengunjung.
Sinta, ibu dari Tegep, menuturkan bahwa sebelum masuk arena, dirinya sudah meminta keringanan agar anaknya tidak dipakaikan gelang tiket.
Ia menilai gelang tersebut memiliki bentuk yang cukup tajam dan berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak.
“Saya sudah minta agar anak saya tidak dipakaikan gelang tiket, karena kelihatan tajam dan berbahaya. Tapi pihak pengelola tetap mewajibkan semua pengunjung memakainya, padahal saya sudah bayar untuk masuk,” ucap Sinta.
Kekhawatiran itu akhirnya terbukti. Saat tengah asyik bermain, pipi Tegep tersayat gelang hingga berdarah.
Kejadian tersebut membuat Sinta kecewa sekaligus khawatir, mengingat mayoritas pengunjung arena permainan adalah anak-anak.
Menurutnya, pihak pengelola harus bertanggung jawab penuh atas keselamatan pengunjung.
Ia mendesak agar sistem tiket menggunakan gelang segera dievaluasi agar tidak menimbulkan korban lainnya.
“Saya harap pihak pengelola benar-benar mengevaluasi penggunaan gelang tiket ini, supaya tidak ada korban berikutnya,” kata Sinta.
Pengelola akan Bertanggungjawab
Menanggapi hal ini, Avi, perwakilan pengelola Play and Learn, menegaskan bahwa penggunaan gelang tiket tetap diwajibkan untuk semua pengunjung.
Namun, pihaknya berjanji akan menanggung perawatan medis atas luka yang dialami Tegep dengan membawa korban ke klinik terdekat.
Meski demikian, pernyataan tersebut dinilai belum menjawab kekhawatiran para orang tua mengenai standar keamanan wahana permainan anak.
Publik pun menanti langkah tegas pengelola, apakah benar-benar melakukan evaluasi atau hanya sebatas memberi janji.
Insiden ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi semua penyedia wahana permainan anak untuk lebih memperhatikan faktor keselamatan, terutama terhadap peralatan atau atribut wajib yang berpotensi membahayakan. (rif)









