WWW.PASJABAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu (23/8/2025).
Prakirawan BMKG, Rira Angela Damanik, menjelaskan bahwa secara umum saat ini terdapat daerah konvergensi yang memanjang. Di beberapa wilayah perairan dan daratan Indonesia.
Daerah tersebut meliputi Laut Sulawesi, Laut Halmahera, Samudra Pasifik Utara, Papua Barat Daya, pesisir Bengkulu hingga Sumatera Selatan, Jawa Timur hingga pesisir selatan Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah, serta Papua bagian tengah.
“Kondisi konvergensi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilaluinya,” kata Rira Angela dalam keterangan resmi BMKG.
Dengan kondisi atmosfer tersebut, BMKG memprakirakan beberapa kota besar akan mengalami hujan sedang hingga lebat. Yang berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Kota-kota tersebut di antaranya adalah Pekanbaru, Tanjung Pinang, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Tanjung Selor, Banjarmasin, Sorong, Ternate, dan Nabire.
Sementara itu, sejumlah kota besar lainnya diprakirakan mengalami hujan ringan hingga sedang.
Wilayah tersebut meliputi Medan, Jambi, Bengkulu, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Palangka Raya, Palu, Mamuju, Ambon, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.
Berawan namun Gelombang Lebih Tinggi
BMKG juga menyebutkan bahwa ada beberapa kota besar yang hanya diperkirakan berawan. Di antaranya Banda Aceh, Padang, Yogyakarta, Surabaya, Kupang, Mataram, Manado, Gorontalo, Kendari, dan Makassar.
Selain prakiraan cuaca daratan, BMKG turut memperingatkan potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia. Tinggi gelombang secara umum berada pada kisaran 0,5 hingga 2,5 meter.
Namun, gelombang lebih tinggi, yakni 2,5 hingga 4 meter, berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa, perairan Nusa Tenggara Timur, serta Samudra Hindia Selatan Banten hingga NTT.
Masyarakat pesisir juga diminta waspada terhadap potensi banjir rob di beberapa wilayah pesisir. Meliputi Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sulawesi bagian utara.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menyiapkan langkah antisipasi. Khususnya bagi warga yang berada di wilayah rawan banjir, longsor, maupun pesisir yang berpotensi terdampak banjir rob.
Selain itu, para nelayan dan operator kapal diminta memperhatikan kondisi gelombang laut sebelum melakukan pelayaran. (han)












