BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Suasana di kawasan Gedung Sate dan DPRD Jawa Barat pada Sabtu (30/8/2025) pagi tampak porak poranda pasca aksi demo yang berujung ricuh sehari sebelumnya.
Sejumlah fasilitas umum hingga bangunan warga di kawasan Gedung Sate dan DPRD Jabar mengalami kerusakan parah akibat ulah massa aksi demo.
Data sementara menyebutkan, sedikitnya lima bangunan hangus terbakar. Di antaranya rumah makan, perumahan warga, sebuah bank, dan bahkan salah satu bangunan cagar budaya yang sengaja dibakar massa.
Tak hanya itu, fasilitas publik juga menjadi sasaran perusakan, mulai dari rambu lalu lintas, trotoar, taman kota, reklame, plang penunjuk jalan, hingga pos polisi di kawasan Jalan Ir. H. Juanda (Dago).
Satu unit mobil serta beberapa sepeda motor masih terlihat hangus berserakan di jalan. Kondisi ini menyisakan puing-puing kebakaran dan menambah kesan mencekam di pusat Kota Bandung.
Menanggapi situasi tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa perbaikan akan dilakukan secepat mungkin.
Pemerintah Kota telah menurunkan petugas dari Dinas Perhubungan serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Pertamanan (DPKP3) untuk melakukan pembersihan dan inventarisasi kerusakan.
“Kami bergerak cepat agar kondisi kota kembali pulih dan tidak mengganggu kenyamanan warga,” kata Farhan.
Ia juga memastikan bahwa situasi Bandung sudah aman dan terkendali.
“Kepada seluruh warga maupun wisatawan, kami pastikan Kota Bandung dalam kondisi kondusif. Kami sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menjaga stabilitas,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait perusakan dan pembakaran yang terjadi, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga menjadi provokator dalam aksi tersebut. (uby)












