www.pasjabar.com — Timnas Inggris berhasil mengalahkan Andorra dengan skor 2-0 pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Meski secara hasil tetap positif, kemenangan ini jauh dari kata memuaskan. Pelatih anyar Timnas Inggris Thomas Tuchel pun mengrikit kinerja lini depan timnya.
Bertanding di Villa Park, The Three Lions tampil dominan sejak menit awal, namun gagal mengonversi banyak peluang menjadi gol.
Andorra yang kini berada di peringkat 174 dunia sebenarnya hampir tidak memberikan ancaman berarti.
Sayangnya, ketajaman lini depan Inggris justru menjadi masalah. Situasi ini membuat banyak penonton yang hadir di stadion merasa kecewa, bahkan sebagian sudah meninggalkan kursi mereka sebelum laga usai.
Kritik Pedas Tuchel untuk Lini Serang
Thomas Tuchel, pelatih anyar Inggris, dikenal sebagai sosok dengan standar tinggi. Seusai pertandingan, ia melontarkan kritik tajam kepada tiga pemain depannya.
Menurut Tuchel, para penyerang terlalu boros dalam memanfaatkan peluang, sehingga skor akhir tidak mencerminkan dominasi permainan.
“Energinya sudah tepat, kualitasnya juga ada, tapi kami seharusnya mencetak lebih banyak gol. Kami kehilangan momen penting untuk mempercepat permainan,” kata Tuchel.
Ia secara spesifik menyoroti tiga nama: Eberechi Eze, Noni Madueke, dan Marcus Rashford.
Tuchel menilai Eze tidak menjalani hari terbaiknya sebagai playmaker, Madueke kurang klinis dalam memberikan umpan akhir, sementara Rashford gagal memaksimalkan peluang meski sempat tampil berbahaya.
Sorotan pada Eberechi Eze
Perhatian publik banyak tertuju pada Eberechi Eze. Rekrutan baru Arsenal itu mendapat kesempatan langka tampil sebagai starter, tetapi gagal meninggalkan kesan mendalam.
Ia terlihat ceroboh dalam penguasaan bola dan ragu-ragu ketika berada di area berbahaya.
Dengan persaingan ketat di lini tengah, terutama jelang kembalinya Jude Bellingham dari cedera, performa mengecewakan ini bisa menjadi pukulan besar bagi peluang Eze untuk mengamankan tempat reguler di tim inti Inggris asuhan Tuchel.
Serbia Jadi Ujian Sesungguhnya
Meski kecewa dengan hasil di Villa Park, Tuchel segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya melawan Serbia pada Rabu (10/9) dini hari WIB.
Serbia diperkirakan akan menghadirkan perlawanan jauh lebih berat, baik dari segi fisik maupun teknis.
“Sekarang kami akan membuktikan sesuatu di Beograd. Kami sudah belajar banyak dari laga ini,” ujar Tuchel.
Dengan Inggris hanya mampu mencetak tiga gol dalam dua pertemuan dengan Andorra sepanjang kualifikasi, tekanan besar kini berada di pundak para penyerang.
Para pendukung menuntut lebih, bukan hanya sekadar kemenangan tipis, tetapi juga performa meyakinkan untuk membuktikan bahwa Inggris benar-benar layak melangkah ke putaran final Piala Dunia.












