www.pasjabar.com — Final King’s Cup 2025 di Thailand menjadi laga penuh tensi tinggi. Timnas Irak menghadapi tuan rumah Thailand, Minggu (7/9/2025) malam, setelah sebelumnya mengalahkan Hong Kong 2-1 di semifinal.
Laga berjalan sengit, dan Irak unggul lebih dulu melalui gol Mohanad Ali saat pertandingan menyisakan 15 menit. Namun keunggulan itu berubah jadi drama setelah dua pemain Irak terkena kartu merah.
Bek Persib Bandung, Frans Putros, lebih dulu meninggalkan lapangan usai menerima kartu kuning kedua pada menit ke-70.
Situasi semakin panas ketika memasuki menit ke-95, pencetak gol Mohanad Ali melakukan aksi tak terpuji dengan menendang kapten Thailand, Chanathip Songkrasin.
Wasit tanpa ragu langsung mengeluarkan kartu merah, memicu keributan antara kedua kubu.
Kekhawatiran Timnas Indonesia
Insiden itu sontak memunculkan pertanyaan di kalangan publik sepak bola Indonesia. Pasalnya, bulan depan Irak akan menjadi lawan Garuda di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Jika dua pilar Irak absen, tentu bisa menjadi keuntungan besar bagi tim asuhan Patrick Kluivert. Namun, situasi tidak semudah itu.
Banyak yang menduga kartu merah tersebut otomatis akan berimbas pada laga kompetitif berikutnya. Apalagi, Mohanad Ali dan Frans Putros merupakan pemain penting yang jadi tulang punggung tim Singa Mesopotamia.
FIFA Pastikan Tak Ada Skorsing
Kekhawatiran itu akhirnya terjawab. Berdasarkan Kode Disiplin FIFA 2025 Pasal 69 Ayat 8, skorsing yang diterima dari pertandingan persahabatan atau turnamen non-resmi tidak berlaku di laga kompetitif resmi.
King’s Cup yang diselenggarakan Federasi Sepak Bola Thailand masuk kategori uji coba, bukan kompetisi resmi FIFA.
Artinya, baik Frans Putros maupun Mohanad Ali tetap bisa memperkuat Irak saat bersua Timnas Indonesia bulan depan.
Hal ini juga ditegaskan langsung oleh manajer Timnas Indonesia, Sumardji. “Friendly match gak ngaruh apa-apa untuk turnamen resmi,” ujarnya singkat.
Garuda Muda Harus Siap Hadapi Skuad Terbaik Irak
Dengan kepastian itu, Patrick Kluivert harus menyiapkan strategi terbaik karena Irak akan turun dengan kekuatan penuh.
Selain menghadapi Arab Saudi, laga melawan Irak menjadi krusial dalam menentukan peluang Indonesia menuju Piala Dunia 2026.
Skuad Garuda wajib tampil disiplin, menjaga emosi, dan memanfaatkan peluang sekecil apa pun. Pasalnya, Irak sudah membuktikan diri sebagai tim tangguh yang tidak segan bermain keras demi meraih hasil.
Dengan dukungan penuh suporter, Indonesia diharapkan bisa memberi kejutan meski menghadapi lawan yang komplet.












