www.pasjabar.com — Timnas Indonesia harus puas bermain imbang 0-0 melawan Lebanon dalam laga uji coba FIFA Matchday, Senin (8/9) malam WIB. Duel yang berlangsung sengit diwarnai banyak benturan fisik dan tensi tinggi antar pemain. Pada menit-menit akhir, Thom Haye bahkan sempat terlibat insiden dorong-dorongan karena kesal dengan taktik lawan yang gemar mengulur waktu. Pelatih Timnas Indonesia pun mengingatkan anak asuhnya agar tetap berkepala dingin saat menghadapi tim-tim asal Timur Tengah.
Sementara itu, rival Asia Tenggara, Thailand, juga merasakan pengalaman serupa. Mereka kalah 0-1 dari Irak dalam ajang Kingโs Cup, Minggu (7/9).
Pertandingan tersebut berakhir dengan keributan setelah Mohanad Ali menendang kapten Thailand, Chanathip Songkrasin.
Situasi ini membuat pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, memberi pesan tegas kepada skuadnya agar tetap berkepala dingin.
Kluivert Tekankan Mental Tenang Hadapi Timur Tengah
Patrick Kluivert sadar betul gaya permainan tim-tim Timur Tengah yang keras, penuh psywar, serta kerap mengulur waktu.
Hal itu bisa memancing emosi pemain Indonesia, yang berisiko berujung kartu kuning atau bahkan kartu merah.
“Kita harus tetap berpikir dingin, tetapi hal-hal seperti ini memang terjadi. Seperti yang saya katakan, kita akan belajar. Pertandingan berikutnya pasti lebih sengit, jadi kita harus tetap tenang,” ujar Kluivert seusai laga kontra Lebanon.
Pesan ini jadi alarm penting karena lawan Indonesia di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia adalah Arab Saudi dan Irak, dua tim kuat yang juga dikenal dengan gaya main penuh kontak fisik.
Dukungan dari Kapten Jay Idzes
Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, sejalan dengan instruksi Kluivert. Menurutnya, ketenangan adalah kunci agar Garuda bisa tetap fokus pada tujuan utama, yakni hasil akhir.
“Saya setuju dengan apa yang dikatakan pelatih. Dua pertandingan ini sangat baik untuk kami, terutama laga terakhir ini. Malam ini adalah latihan yang bagus untuk bulan depan,” kata Idzes.
Ia menambahkan bahwa pemusatan latihan kali ini berjalan dengan intensitas tinggi. Semua pemain, lanjut Idzes, sadar betul apa yang sedang mereka perjuangkan demi membawa Indonesia tampil lebih baik di kualifikasi.
Modal Berharga Menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026
Meski gagal menang melawan Lebanon, hasil imbang ini tetap memberikan pelajaran berharga bagi Timnas Indonesia. Pertahanan yang solid dan kerja sama tim yang semakin kompak menjadi nilai plus.
Laga kontra Lebanon dan pengalaman menghadapi kerasnya permainan lawan dapat menjadi bekal penting sebelum menghadapi Arab Saudi dan Irak.
Kluivert kini punya PR besar: menjaga fokus, meningkatkan efektivitas serangan, dan memastikan skuad Garuda tidak terpancing emosi di laga-laga krusial mendatang.
Dengan dukungan penuh dari publik tanah air, Indonesia diharapkan mampu tampil maksimal di ronde keempat kualifikasi.
Ketenangan, disiplin, dan mental baja akan jadi senjata utama Timnas Garuda untuk menantang dominasi tim-tim Timur Tengah.












