WWW.PASJABAR.COM – Persib Bandung berharap Bobotoh kembali memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat tim berlaga. Gemuruh dan sorak-sorai mereka sangat didampakan seluruh elemen tim.
Hal itu pula diharapkan kembali hadir di laga Persib vs Persebaya Surabaya. Duel bakal tersaji pada Jumat (12/9/2025) sore.
Stadion GBLA sendiri tergolong sepi dalam beberapa laga yang sudah dijalani Persib. Hal itu disinyalir karena padatnya jadwal.
Pertama, saat launching tim, Persib menggelar laga uji coba melawan Western Sydney Wanderers. Selanjutnya, Persib melawan Semen Padang pada laga perdana Super League.
Setelah itu, Persib bertanding melawan klub Filipina, Manilla Digger. Ini terjadi dalam kualifikasi AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026.
Pelatih Bojan Hodak memaklumi jika ketiga laga itu tidak dihadiri penonton secara penuh. Kursi pun masih banyak yang tak terisi.
Itu karena laga yang padat. Sehingga, Bobotoh yang punya finansial terbatas harus memilih mana laga yang ingin ditontonnya.
“Tentu saja sulit bagi penonton untuk datang ke stadion tiga kali dalam satu pekan, tidak mudah karena waktu atau karena uang,” kata Bojan Hodak, Kamis (11/9/2025).
Namun sekarang berbeda. Bobotoh punya jeda waktu cukup panjang untuk ‘menabung’. Apalagi lawan yang dihadapi adalah Persebaya.
Biasanya, laga antara tim klasik ini selalu menarik perhatian. Stadion pun kerap penuh ketika kedua tim bertanding.
“Saya harap sekarang mereka sudah menantikan pertandingan Persib melawan Persebaya, dua tim penuh tradisi dengan rivalitas. Kami harap stadionnya penuh,” jelas Bojan Hodak.
Pelajaran Musim Lalu
Persib Bandung sendiri dihadapkan pada bayang-bayang pahit. Sebab, Persebaya memberi kekalahan telak bagi Persib pada pertemuan terakhirnya.
Musim lalu, pertemuan terakhir kedua tim terjadi di Stadion Gelora Bung Tomo. Saat itu, Persib hancur dengan skor 1-4. Hal itu jelas cukup menyakitkan.
Namun Bojan Hodak mengingatkan ada hal lain yang perlu diingat. Persib menang saat menjamu Persebaya pada putaran pertama.
“Itu kekalahan di Surabaya, kan? itu ketika saya mengganti penjaga gawang untuk menambah penyerang. Tapi pertemuan di sini (Bandung) kami menang kalau tidak salah,” ungkapnya.
Bojan Hodak menegaskan, meski kalah di laga terakhir, pertemuan dengan Persebaya kali ini bukan jadi ajang pembalasan. Persib hanya fokus pada misi memenangkan tiap laga tanpa memandang masa lalu.
“Tidak ada misi balas dendam, hanya pertandingan baru dan waktu itu (kekalahan musim lalu) hanya kehilangan poin dan berikutnya kami mendapat poin lainnya. Tidak masalah,” tegas Bojan Hodak.
Ambisi Luciano Guaycochea
Sementara itu, gelandang Luciano Guaycochea mengungkap persiapan timnya. Para pemain benar-benar siap tempur dan bertekad menghancurkan Persebaya.
“Kami juga sudah berlatih selama dua pekan lebih, kami sudah cukup bugar untuk memenangkan pertandingan ini dan ini yang ingin kami dapatkan, kami ingin menang,” kata Lucho, sapaan akrabnya.
Disinggung soal kehadiran Thom Haye yang akan turut memberi warna di lini tengah Persib, hal itu disambut antusias. Namun ia mengingatkan Persib harus bermain kolektif, bukan mengandalkan satu-dua pemain.
“Ya menurut saya, tidak hanya dia, tapi semuanya mempunyai kualitas untuk menjadi 11 pemain pertama. Kami adalah tim besar, jadi kami harus berjuang untuk menjadi pemain inti. Yang terpenting adalah bukan siapa yang bermain tapi bagi saya tiga poin di setiap pertandingan itu yang paling penting,” pungkas Lucho. (ars)












