www.pasjabar.com — Legenda sepak bola dunia Zinedine Zidane akhirnya buka suara soal masa depannya. Setelah lebih dari tiga tahun absen dari dunia kepelatihan, Zidane mengaku siap kembali ke pinggir lapangan. Namun kali ini, bukan klub yang jadi incarannya, melainkan Timnas Prancis (Les Bleus) — tim yang pernah ia antarkan meraih kejayaan sebagai pemain.
Pelatih berusia 53 tahun itu terakhir kali menangani Real Madrid pada 2021. Saat itu, ia memilih mundur di tengah tekanan besar dan hubungan yang memburuk dengan petinggi klub. “Saya pergi karena merasa klub tidak lagi memberi kepercayaan yang saya butuhkan,” tulis Zidane dalam surat terbuka yang emosional pada Mei 2021.
Setelah mundur, Zidane menolak banyak tawaran dari klub besar Eropa dan memilih rehat dari dunia kepelatihan. Kini, tanda-tanda kebangkitannya mulai terlihat.
Zinedine Zidane Ingin Kembali, Tapi Hanya untuk Les Bleus
Dalam wawancara dengan Sports Illustrated, Zidane menegaskan bahwa dirinya akan kembali melatih. “Saya pasti akan kembali. Saya tidak tahu kapan, tapi saya merasa bisa memberikan sesuatu untuk tim nasional Prancis,” ujar pria kelahiran Marseille itu.
Keinginan Zidane melatih Les Bleus bukan hal baru. Pada 2022 lalu, ia sudah secara terbuka menyebut bahwa melatih tim nasional negaranya adalah impian pribadinya. Baginya, mengenakan lambang ayam jantan di dada bukan sekadar pekerjaan, tapi bentuk pengabdian terhadap negara yang telah membesarkan namanya.
“Saya tahu apa yang bisa saya bawa untuk tim ini. Saya pernah ada di sana sebagai pemain, dan saya tahu bagaimana rasanya membawa Prancis ke puncak dunia,” ungkap Zidane.
Deschamps Siap Pensiun, Jalan Zidane Terbuka
Mimpi Zidane melatih Prancis bisa segera terwujud setelah Didier Deschamps menyatakan niatnya untuk mundur pada 2026, usai Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. “Tahun 2026 semuanya akan berakhir. Dalam pikiran saya, semuanya sudah sangat jelas,” ujar Deschamps kepada stasiun televisi TF1.
Deschamps telah menukangi Prancis sejak 2012 dan berhasil membawa Les Bleus juara Piala Dunia 2018 serta finalis Euro 2016 dan 2022. Namun, usianya yang tak lagi muda membuatnya ingin menutup karier kepelatihan di momen terbaik.
Dengan keputusan tersebut, Zidane menjadi kandidat terkuat penerus kursi pelatih Prancis. Publik Prancis pun menyambut kabar ini dengan antusias, berharap kehadiran sang maestro bisa membawa era baru penuh kejayaan.
Jejak Emas Zinedine Zidane di Real Madrid
Sebelum rehat, Zidane dikenal sebagai pelatih yang sarat prestasi. Bersama Real Madrid, ia menorehkan sejarah dengan tiga trofi Liga Champions berturut-turut (2016–2018) — sebuah rekor luar biasa yang belum mampu diulangi oleh pelatih lain di era modern.
Selain itu, ia juga mempersembahkan dua gelar La Liga, dua Piala Super Spanyol, dua Piala Dunia Antarklub, dan dua Piala Super Eropa untuk Los Blancos.
Tak heran jika banyak klub elite seperti Manchester United dan Juventus pernah mencoba mendekatinya. Namun Zidane tetap konsisten: ia hanya ingin melatih jika proyek itu berarti, dan kini hatinya sudah tertambat pada Timnas Prancis.












