# Ahmad Syauqi duta unpas
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Muda, cerdas, dan berjiwa budaya, tiga kata yang tampaknya pas untuk menggambarkan sosok Ahmad Syauqi, mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Pasundan.
Lahir di Subang pada 21 Maret 2004, Syauqi kini tengah menapaki semester tujuh dengan segudang aktivitas yang tak hanya mencerminkan semangat akademik, tetapi juga kepeduliannya terhadap budaya dan pendidikan.
Bagi Syauqi, dunia komunikasi bukan sekadar teori di ruang kuliah. Ia menjalaninya dengan rasa ingin tahu yang besar dan kemampuan bercerita yang alami.
“Saya suka membaca buku, terutama buku cerita dan dongeng. Dari situ saya belajar banyak tentang bagaimana menyampaikan pesan dengan cara yang menyentuh,” ujarnya.
Kecintaannya pada storytelling membuatnya mampu menyalurkan gagasan secara kreatif, baik saat menulis, berbicara, maupun berinteraksi dengan orang lain.
Dukungan Penuh
Namun, yang paling berkesan dalam hidupnya bukanlah deretan prestasi, melainkan dukungan penuh dari kedua orang tuanya.
Ia mengaku tumbuh dalam keluarga yang selalu memberikan ruang untuk mencoba dan berkembang.
“Saya nggak pernah iri sama pencapaian orang lain, karena dari kecil orang tua selalu mencukupi apa yang saya butuh dan selalu dukung apapun pilihan saya. Itu hal paling berkesan, punya orang tua yang jadi support system terbaik dalam hidup,” ungkapnya tulus.
Tak heran, semangat dan kepercayaan diri Syauqi membuahkan banyak prestasi. Baru-baru ini, ia berhasil meraih Juara 1 Ekonomi Kreatif Putra Budaya Indonesia tingkat nasional, sekaligus masuk Top 3 Indonesia Pintar Nasional, bersaing dengan puluhan finalis dari berbagai provinsi.
Tak berhenti di situ, Syauqi juga dikenal sebagai santri berprestasi yang telah menghafal 3 juz Al-Qur’an, perpaduan antara kecerdasan intelektual dan spiritual yang membuatnya semakin disegani.
“Saya ingin menjadi orang yang tidak hanya cerdas di dunia, tapi juga di akhirat,” katanya penuh keyakinan.
Di kampus, Syauqi dikenal aktif berorganisasi. Ia pernah menjadi reporter di Oncam FISIP Unpas dan tergabung di BEM Kominfo, sebelum akhirnya memutuskan fokus menyelesaikan skripsi.
“Sekarang lagi fokus ke skripsi, pengen cepat lulus,” ucapnya sembari tersenyum.
Meski begitu, semangat jurnalistiknya tetap hidup, bahkan ia sempat diajak ikut liputan bersama tim Bandung TV, pengalaman yang makin memperkaya wawasannya di dunia media.
Di luar kampus, Syauqi juga menyalurkan dedikasinya lewat kegiatan sosial. Sejak Desember 2024, ia menjadi guru sukarelawan di RA Al-Muhajirin, Subang, mengajar anak-anak mengenal Aksara Sunda melalui advokasi bertajuk “Kalangkang Harapan.” Menurutnya, mengenalkan budaya sejak dini adalah bentuk cinta tanah air yang nyata.
“Banyak orang Sunda yang belum kenal Aksara Sunda. Jadi aku pengen ngajarin, biar anak-anak tahu akar budaya mereka sendiri.
Aku ngajar setiap Kamis pagi, dan nggak pernah ngerasa lelah, karena ini panggilan hati,” ujarnya bangga.
Moto hidup yang selalu ia pegang sederhana tapi kuat:
“Selagi masih muda, explore seluas mungkin. Coba hal-hal baru dan buat cerita hidupmu sendiri — muda berkelana, tua bercerita.”
Kalimat itu bukan sekadar kutipan bagi Syauqi, tapi prinsip hidup yang ia jalani setiap hari.
Ke depan, Syauqi punya impian besar: menjadi aktor dan terjun ke dunia entertainment.
Ia percaya bahwa setiap langkah yang ia ambil saat ini, mulai dari modeling hingga ajang budaya, adalah jalan menuju panggung yang lebih luas.
“Aku percaya menuju angka sepuluh nggak harus 5+5, bisa 6+4 atau 9+1. Banyak cara menuju tujuan.
Siapa tahu lewat dunia modeling dan budaya, aku bisa buka jalan ke dunia perfilman,” katanya dengan mata berbinar.
Ahmad Syauqi adalah bukti bahwa santri bisa berprestasi, mahasiswa bisa berbudaya, dan mimpi bisa tumbuh dari niat baik serta keberanian untuk melangkah.
Ia bukan hanya sedang menulis kisah hidupnya, tapi juga menginspirasi generasi muda untuk percaya bahwa setiap orang bisa menciptakan jalannya sendiri, asal berani mencoba. (tiwi)
# Ahmad Syauqi duta unpas












