BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Di balik wajah lembut dan senyumnya yang ramah, Najwaa Riffa Salsabila menyimpan semangat muda yang luar biasa.
Mahasiswi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pasundan ini tengah menapaki semester kelima dengan segudang pengalaman yang membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang semakin matang.
Lahir di Bandung pada 27 Februari 2005, Najwaa adalah contoh nyata bahwa masa muda bisa diisi dengan hal-hal positif dan bermakna.
Bagi Najwaa, mencari hal baru adalah hobi sekaligus cara ia menemukan jati diri.
Ia mengaku senang mencoba hal-hal berbeda, memanfaatkan setiap kesempatan yang datang, dan menyeimbangkan hidupnya lewat hal sederhana seperti ngopi di kafe sambil menyelesaikan tugas kuliah.
“Itu salah satu bentuk self-healing buat aku. Kadang, kalau lagi stres karena tugas atau hal lain, aku lebih tenang setelah keluar sebentar dan ngopi,” ujarnya sambil tertawa.
Kisah Berharga
Namun, di balik kesehariannya yang tampak santai, Najwaa menyimpan banyak kisah berharga.
Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah saat terpilih menjadi Duta Kampus Unpas, sebuah pencapaian yang bahkan tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Aku nggak nyangka bisa terpilih. Dari situ aku banyak belajar, ketemu orang-orang hebat, dan dapat ilmu baru yang belum pernah aku tahu sebelumnya,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Najwaa juga pernah dipercaya menjadi Wakil Ketua Pelaksana program pengabdian “Nyaah Kalembur” yang digagas oleh Komunitas Belajar dan Mengajar Sekolah Budaya Adhikari.
Selama tujuh hari di desa, ia merasakan pengalaman yang mengubah pandangannya tentang hidup.
“Ketemu anak-anak dari berbagai latar belakang itu bikin aku sadar untuk selalu bersyukur dan nggak gampang ngeluh. Dari situ aku belajar banyak tentang arti kehidupan,” kenangnya.
Selain aktif di kampus, Najwaa juga bergabung dalam komunitas Sekolah Budaya Adhikari dan komunitas brand fashion lokal Gurls Club (Gurls Babes). Ia percaya bahwa dunia kampus bukan satu-satunya ruang untuk berkembang.
“Aku pengen terus belajar di mana pun, karena pengalaman itu nggak cuma datang dari ruang kelas,” katanya.
Ketika ditanya tentang prinsip hidupnya, Najwaa menjawab tegas: “Mau belajar dan berani mencari pengalaman baru agar bermanfaat bagi masa kini dan masa depan.” Prinsip itu ia pegang teguh di setiap langkahnya, menjadi bahan bakar untuk terus berproses dan tak takut mencoba.
CIta-Cita Hidup
Soal cita-cita, Najwaa ingin menjadi seseorang yang sukses, baik sebagai guru profesional maupun pengusaha. Namun di atas semua itu, ia hanya punya satu keinginan sederhana: membahagiakan kedua orang tuanya.
“Aku ingin mereka bangga dengan setiap pencapaian yang aku raih nanti,” ucapnya penuh harap.
Najwaa mungkin masih muda, tapi cara pandangnya terhadap hidup begitu dewasa.
Ia bukan hanya sedang menempuh pendidikan, tapi juga sedang membangun versi terbaik dari dirinya, versi yang tak takut jatuh, terus belajar, dan berani bermimpi besar. (tiwi)












