www.pasjabar.com — AS Roma bergerak cepat di bursa transfer dan menjadikan Joshua Zirkzee sebagai target utama untuk memperkuat lini depan. Setelah gagal mendatangkan striker yang benar-benar konsisten pada musim sebelumnya, manajemen Giallorossi kini mencoba pendekatan berbeda: menggunakan skema pinjaman disertai klausul wajib beli, sebuah format yang belakangan semakin populer di Serie A. Manchester United pun mulai mempertimbangkan tawaran tersebut, meski masih mempelajari detail klausul yang diajukan Roma.
Roma Incar Zirkzee yang Merupakan Pondasi Proyek Baru Amorim
Rúben Amorim datang ke Manchester United membawa konsep permainan yang lebih modern, agresif, dan mengandalkan mobilitas tinggi di lini serang. Untuk menjalankan gaya tersebut, ia butuh penyerang yang punya kemampuan memantul (hold-up play), kreatif, dan bisa membuka ruang.
Di sinilah nama Joshua Zirkzee menjadi pilihan ideal. Pemain Belanda itu tampil impresif di Bologna, sebelum akhirnya bergabung dengan Manchester United. Meski kualitasnya tak diragukan, Zirkzee belum sepenuhnya mendapat menit bermain reguler di Old Trafford, terutama karena persaingan ketat dengan pemain muda lainnya.
Roma melihat celah ini dan langsung mengajukan proposal yang dirancang agar sesuai dengan kondisi finansial mereka sekaligus menarik bagi MU.
Strategi Transfer: Pinjaman Berbayar + Klausul Wajib Beli
Laporan dari media Eropa menyebutkan bahwa AS Roma menawarkan pinjaman berbayar selama satu musim, dilengkapi klausul wajib beli di akhir musim. Nilai total paket diperkirakan berada di kisaran €35–40 juta, termasuk bonus performa.
Skema ini menguntungkan Roma karena:
-
mengurangi risiko finansial di awal
-
memastikan Zirkzee bisa beradaptasi dengan sistem Amorim
-
memberi waktu bagi klub menyesuaikan anggaran untuk musim berikutnya
Sementara dari sisi Manchester United, tawaran ini mulai dipertimbangkan karena mereka membutuhkan ruang finansial dan slot skuad untuk proyek pembangunan ulang. MU juga membuka kemungkinan menyertakan klausul persentase penjualan kembali, sebuah strategi umum untuk pemain yang berpotensi berkembang lebih besar.
Zirkzee Disebut Sudah Beri Lampu Hijau
Sejumlah laporan internal menyebutkan bahwa Joshua Zirkzee telah memberikan sinyal positif untuk bergabung, terutama karena ia tertarik bekerja di bawah Amorim. Roma dianggap sebagai tempat ideal untuk mendapatkan menit bermain stabil dan kembali menunjukkan performa terbaiknya di Serie A—liga yang sebelumnya membuat namanya melambung.
Selain itu, Roma tengah membangun skuad yang kompetitif dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman. Zirkzee melihat peluang besar untuk menjadi pusat proyek tersebut, terutama setelah klub melepas beberapa pemain depan yang minim kontribusi musim lalu.
Dampak Besar Jika Transfer Terwujud
Jika kesepakatan ini benar-benar terjadi, AS Roma akan mendapatkan striker yang bisa menjadi investasi jangka panjang. Gaya bermain Zirkzee yang cerdas, fleksibel, dan kuat dalam memegang bola akan meningkatkan kualitas serangan Roma, yang selama dua musim terakhir kerap tumpul di momen penting.
Bagi MU, keputusan melepas Zirkzee bisa menjadi langkah realistis dalam restrukturisasi skuad, apalagi jika mereka menerima kesepakatan finansial yang menguntungkan.
Negosiasi masih berproses, namun skenario saat ini menunjukkan bahwa Roma semakin dekat untuk menjadikan Zirkzee rekrutan besar pertama di era Amorim. Fans pun kini menunggu apakah kedua klub bisa mencapai titik temu sebelum bursa Januari dibuka.












