www.pasjabar.com — Derby London kembali memanas jelang pertemuan Arsenal vs Chelsea di pekan ke-13 Liga Inggris 2025/2026. Namun bukan hanya tensi duel yang tinggi, perseteruan tak langsung antara Declan Rice dan Moises Caicedo ikut menyita perhatian. Dua gelandang dengan label mahal ini kembali dibandingkan publik—sesuatu yang ternyata cukup mengganggu Rice.
Duel Panas Dua Kandidat Juara Liga Inggris
Arsenal dan Chelsea kini berada di dua posisi teratas klasemen. The Gunners memimpin dengan 29 poin dari 12 laga, sementara Chelsea mengekor dengan 23 poin. Perbedaan enam poin membuat duel keduanya di Stamford Bridge, Minggu (30/11/2025), dianggap penting dalam perburuan gelar.
Selain nilai historis sebagai derby panas London, tensi makin memuncak karena kedua tim sedang tampil impresif. Dalam situasi seperti ini, pemain kunci dari kedua kubu mendapat sorotan lebih besar—terutama Declan Rice dan Moises Caicedo.
Rice Terganggu Terus Dibandingkan dengan Caicedo
Mendekati hari pertandingan, Rice mengaku ada hal yang membuatnya kurang nyaman: dirinya terus-menerus disandingkan dengan Caicedo. Padahal keduanya memiliki peran berbeda dalam struktur tim masing-masing.
Rice didatangkan Arsenal lebih dari £100 juta dan kini berperan sebagai gelandang box-to-box. Sementara Caicedo yang juga memiliki nilai transfer fantastis, diplot sebagai gelandang bertahan murni di Chelsea.
“Saya pikir dia (Caicedo) luar biasa, dia memulai tahun ini dengan sangat baik. Ada banyak perbandingan, tetapi kami bermain di posisi yang berbeda,” ujar Rice kepada CBS Sports.
“Dia pemain nomor enam, sedangkan saya lebih ke box-to-box nomor delapan,” lanjut pemain timnas Inggris itu.
Hanya Pujian untuk Caicedo, Tidak untuk Dibandingkan
Alih-alih tersulut, Rice justru melemparkan pujian untuk Caicedo. Ia menilai pemain asal Ekuador itu sebagai salah satu gelandang terbaik Premier League dan layak mendapatkan respek.
“Saya sangat menghormati Moises. Saya sudah melawannya sejak di Brighton, dan saya memasukkannya ke dalam Tim Terbaik PFA tahun lalu,” ungkap pemain termahal Arsenal itu.
Menurut Rice, perbandingan publik tidak relevan karena mereka menjalankan tugas berbeda. Rice fokus pada progresnya sebagai gelandang box-to-box yang kini sering dipasangkan dengan Partey, Jorginho, hingga Zubimendi.
Duel Peran Berbeda yang Jadi Pusat Perhatian Derby London
Meski berbeda posisi, duel Rice vs Caicedo tetap akan jadi perhatian utama di Derby London. Keduanya dinilai sebagai gelandang terbaik Liga Inggris musim ini berdasarkan perannya masing-masing.
Caicedo akan berusaha menghentikan laju lini tengah Arsenal yang agresif, sementara Rice akan menjadi motor serangan The Gunners dari lini kedua. Peran keduanya sangat berpengaruh pada siapa yang keluar sebagai pemenang.
Dengan tensi tinggi, posisi di klasemen yang ketat, dan kualitas dua gelandang mahal ini, Derby London akhir pekan nanti berpotensi menjadi salah satu pertandingan terbaik musim ini.












