BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Sekitar seratus karyawan Bandung Zoo bergotong royong mengumpulkan dana secara sukarela untuk membeli pakan satwa dalam tiga hari terakhir.
Langkah patungan untuk pakan satwa Bandung Zoo ini diambil karena kondisi keuangan yayasan yang mengelola kebun binatang tersebut terus menipis sejak penutupan operasional pada 6 Agustus 2025. Hingga kini, kebutuhan pakan bagi 710 satwa tetap berjalan normal meski pemasukan hampir tidak ada.
Dari inisiatif patungan itu terkumpul dana belasan juta rupiah yang akan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan pakan. Biaya pakan di Bandung Zoo mencapai lebih dari Rp400 juta per bulan, dan dapat meningkat ketika ada kelahiran baru atau kebutuhan khusus lainnya.
Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i, menjelaskan bahwa langkah ini muncul setelah melihat kondisi keuangan yayasan yang kian kritis. Sebelumnya, pengurus dan pembina Yayasan Margasatwa Tamansari, Bisma Bratakusumah, telah lebih dulu melakukan patungan untuk menutup kekurangan dana pakan.
“Sekarang giliran kami yang juga berdonasi sukarela untuk membeli keperluan pakan,” ujarnya.
Inisiatif Muncul dari Keprihatinan Karyawan
Gagasan patungan ini bermula dari obrolan para karyawan yang melihat langsung kondisi lapangan. Menurut Sulhan, meski ada bantuan dari beberapa pihak yang membantu membayar pakan ke vendor, para pekerja yang sehari-hari menangani satwa merasa terpanggil untuk ikut ikut meringankan beban.
“Karyawan yang sehari-hari bergelut bersama satwa terketuk hatinya untuk berdonasi seikhlasnya,” katanya.
Sekitar 135 pekerja Bandung Zoo merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan seluruh satwa tetap terawat meski situasi operasional sedang sulit.
Mereka mengaku tidak bisa tinggal diam melihat kondisi yang ada. Dukungan dari pekerja, dermawan, dan komunitas pemerhati satwa menjadi elemen penting yang menjaga kondisi kesehatan satwa tetap baik.
“Alhamdulillah satwa-satwa di Bandung Zoo saat ini dalam keadaan baik dan sehat. Ini berkat dedikasi tinggi seluruh pekerja dan kepedulian banyak pihak,” tutur Sulhan. (*)












