www.pasjabar.com — Dunia hiburan Indonesia berduka. Aktor senior Epy Kusnandar, yang dikenal luas berkat perannya yang legendaris sebagai Kang Mus dalam sinetron Preman Pensiun, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (3/12/2025) pukul 14.24 WIB. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh sang istri, Karina Ranau, melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, menyisakan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan jutaan penggemar.
Pengumuman duka yang dibagikan oleh Karina Ranau berbunyi: “Telah berpulang ke Rakhmatullah Epy Kusnandar bin Erning Sutarsa.” Berdasarkan informasi awal dari pihak keluarga, rumah duka almarhum berada di Harmony Residence 88 Jalan Pasir Jagakarsa, Jakarta Selatan. Meninggalnya aktor yang dikenal dengan karakter tegas namun penyayang ini menjadi penutup dari perjalanan karier seni yang panjang dan penuh makna.

Epy Kusnandar: Dari Teater Hingga Ikon ‘Preman Pensiun’
Epy Kusnandar adalah salah satu aktor senior paling dihormati di Indonesia. Perjalanan kariernya dimulai dari panggung teater, yang membentuk fondasi aktingnya yang kuat dan autentik. Epy kemudian membintangi banyak sinetron dan film layar lebar, namun popularitas puncaknya tak terlepas dari peran ikoniknya sebagai Kang Muslih (Kang Mus) dalam Preman Pensiun.
Sosok Kang Mus, seorang pemimpin preman yang kemudian pensiun dan berjuang menjalani kehidupan damai, menjadi representasi yang kuat bagi masyarakat. Perannya bukan hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan moral yang mendalam. Epy Kusnandar meninggalkan seorang istri, Karina Ranau, yang dinikahinya pada tahun 2008, serta tiga orang anak yang kini ditinggalkan oleh sosok ayah yang dicintai.
Pesan Terakhir yang Menyentuh: Rindu Ingin Pulang ke Garut
Di balik kesuksesan dan perannya yang keras di layar kaca, Epy Kusnandar ternyata menyimpan satu keinginan terakhir yang sangat menyentuh hati. Beberapa waktu sebelum wafat, dalam sebuah sesi wawancara, Epy sempat menyampaikan harapannya agar kelak jasadnya bisa dikebumikan di Garut, Jawa Barat, kampung halamannya, tepat di samping peristirahatan terakhir ibundanya.
Pesan tersebut ia sampaikan saat sedang mendalami peran sebagai Hadi dalam film horor Selepas Tahlil, di mana ia berperan sebagai ayah yang bangkit dari kematian. Pendalaman peran ini rupanya memicu Epy untuk merenungkan makna hidup, kematian, dan pentingnya keluarga.
“Kalau saya benar-benar meninggal, kuburkan saya di Garut, di kampung kelahiran saya,” ujar Epy saat itu.
Keinginan ini mencerminkan kerinduan mendalam untuk “pulang” dan kembali berkumpul dengan keluarga besarnya di tanah kelahirannya.
Sebuah ungkapan kasih sayang dan ikatan batin yang tak terpisahkan.
Tempat Pemakaman: TPU Jeruk Purut Menjadi Pilihan Akhir
Meskipun Epy Kusnandar secara emosional berharap dimakamkan di Garut, kenyataan berkata lain. Pihak keluarga, melalui konfirmasi dari Karina Ranau, mengumumkan bahwa pemakaman almarhum tidak dapat dilakukan di Garut.
Epy Kusnandar bin Erning Sutarsa akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada hari Kamis, 4 Desember 2025.
Meskipun tidak sesuai dengan keinginan terakhirnya untuk dimakamkan di Garut, keputusan ini tentu telah dipertimbangkan matang oleh keluarga.
Kemungkinan besar demi kemudahan prosesi dan akses keluarga besar serta rekan-rekan terdekat di Ibu Kota.
Kepergian Epy Kusnandar, sosok yang begitu ikonik, akan selalu dikenang.
Ia merupakan salah satu talenta terbaik yang pernah dimiliki industri hiburan Tanah Air.









