WWW.PASJABAR.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan pemerintah akan menambah bantuan beras bagi masyarakat terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera. Bantuan beras yang sebelumnya disalurkan sebanyak 10 ribu ton kini ditingkatkan menjadi tiga kali lipat atau total 30 ribu ton.
Kebijakan tersebut diambil guna memastikan kebutuhan pangan para korban bencana dapat terpenuhi dan mencegah terjadinya kelaparan di wilayah terdampak banjir bandang, khususnya di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan usai melakukan kunjungan kerja di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat. Ia menegaskan pemerintah merespons cepat laporan di lapangan terkait minimnya bantuan pangan yang sempat viral di media sosial.
“Kita tingkatkan bantuannya. Dari sebelumnya 10 ribu ton, sekarang menjadi 30 ribu ton beras. Ini agar tidak terjadi kelaparan di daerah-daerah yang terkena banjir bandang,” ujar Zulkifli Hasan.
Menurutnya, distribusi bantuan pangan menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan bencana, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ia juga menekankan bahwa stok beras nasional saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Stok beras di Bulog saat ini mencapai 3,7 juta ton dan kita surplus sekitar 4,7 juta ton. Jadi tidak ada alasan sampai masyarakat kekurangan pangan,” katanya.
Lebih lanjut, Zulkifli Hasan memastikan pemerintah tidak akan melakukan impor beras pada tahun 2026. Dengan ketersediaan stok yang melimpah, pemerintah optimistis kebutuhan beras nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
“Kita pastikan tahun depan tidak impor beras. Stok cukup dan produksi kita surplus,” tegasnya.
Pemerintah berharap tambahan bantuan beras ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional di tengah kondisi darurat. (uby)












