WWW.PASJABAR.COM – Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN), Furqan AMC, mengutuk keras agresi militer yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela.
Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk nyata kebijakan imperialisme AS yang terus berulang dan menimbulkan penderitaan bagi banyak bangsa di dunia.
“Free Palestine Network (FPN) mengutuk keras agresi Amerika Serikat pada Venezuela. Agresi ini adalah bukti kesekian kali dari brutalitas kebijakan imperialisme AS yang menghancurkan sebuah negara, membunuh rakyat, dan menjarah sumber dayanya,” tegas Furqan dalam pernyataan tertulisnya.
Furqan menyebut agresi tersebut semakin menegaskan peran AS sebagai sumber utama konflik global. Menurutnya, jejak campur tangan dan kekerasan AS dapat ditemukan di berbagai negara selama puluhan tahun terakhir.
“Agresi ini mengonfirmasi bahwa AS adalah induk dari terorisme itu sendiri dan biang kekacauan di seluruh dunia. Jejaknya bisa kita lihat di Chile, Guatemala, Kongo, Libya, Irak, Suriah, dan Palestina,” ujar Furqan.
FPN Serukan Solidaritas Internasional untuk Venezuela
Lebih lanjut, Furqan menilai agresi militer AS merupakan pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya Pasal 1 dan 2 yang menjamin penghormatan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah suatu negara.
“AS telah membunuh lebih dari 20 juta rakyat di 37 negara pasca Perang Dunia Kedua, serta terlibat langsung atau tidak langsung dalam lebih dari 70 upaya perubahan rezim sejak 1945. Ini adalah pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional,” katanya.
FPN, kata Furqan, menyatakan solidaritas penuh kepada rakyat Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro. Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat FPN akan menggelar aksi solidaritas di berbagai kota di Indonesia. Sebagai bentuk penolakan terhadap agresi AS.
“FPN menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil langkah berani dan tegas. Guna menghentikan agresi AS dan mengakhiri unilateralisme yang merusak tatanan dunia,” tegasnya.
Diketahui, sedikitnya 40 orang dilaporkan tewas dalam serangan pasukan Delta Force AS ke Venezuela pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026.
Korban tidak hanya berasal dari kalangan militer, tetapi juga warga sipil. Dalam konferensi pers usai operasi tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan pemerintahannya akan mengambil alih kendali Venezuela. Termasuk cadangan minyaknya yang besar. (*)












