BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Aksi vandalisme dilakukan sejumlah oknum suporter sepak bola di Jembatan Pasoepati, Kota Bandung, Jawa Barat, dan menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan jelang laga panas El Clasico antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta yang dijadwalkan berlangsung di Bandung pada Minggu (11/1/2026)mendatang.
Dalam rekaman video amatir yang beredar luas, terlihat beberapa tulisan menggunakan cat semprot berwarna oranye mencoret dinding Jembatan Pasoepati, salah satu ikon Kota Bandung.
Aksi tersebut terjadi pada Jumat siang dan dinilai merusak keindahan serta fasilitas publik. Setelah coretan awal dibersihkan, muncul kembali tulisan balasan yang memperparah kondisi jembatan.
Vandalisme ini memicu reaksi keras dari masyarakat dan pemerintah daerah, mengingat Jembatan Pasoepati merupakan ruang publik yang seharusnya dijaga bersama. Aparat kepolisian pun mulai menelusuri pelaku aksi tersebut melalui rekaman video dan laporan masyarakat.
Wagub Jabar Kutuk Aksi Tak Terpuji
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengecam keras tindakan vandalisme yang dilakukan oknum suporter tersebut. Ia menegaskan aksi seperti itu tidak mencerminkan semangat sportivitas dan justru merugikan citra Kota Bandung.
“Perilaku vandalisme ini tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. Ini merusak keindahan kota dan mencederai semangat persaudaraan dalam olahraga,” ujar Erwan Setiawan.
Erwan juga mengimbau seluruh pendukung kedua tim agar tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusivitas Kota Bandung menjelang maupun saat pertandingan berlangsung. Menurutnya, rivalitas di lapangan tidak boleh melahirkan tindakan yang merugikan fasilitas umum dan masyarakat luas.
Aksi vandalisme di Jembatan Pasoepati ini diduga kuat dilakukan menjelang pertandingan Persib Bandung kontra Persija Jakarta yang kerap disebut sebagai laga sarat gengsi.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, Polda Jawa Barat telah menyiapkan ribuan personel gabungan guna mengamankan jalannya pertandingan dan situasi kota.
Pihak kepolisian juga mengingatkan bahwa pelaku perusakan fasilitas umum dapat dijerat sanksi hukum sesuai peraturan yang berlaku. (uby)












