BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Persib Bandung berada di ambang sejarah untuk mengunci gelar juara paruh musim Super League 2025/2026 saat menjamu Persija Jakarta di Stadion GBLA, Minggu (11/1/2026). Namun, misi merebut takhta klasemen dari Borneo FC ini dibayangi oleh dilema kebugaran pemain pilar akibat jadwal kompetisi yang dinilai seberat “bermain di satu benua”.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengungkapkan bahwa dua pemain asingnya, Luciano ‘Lucho’ Guaycochea dan Federico Barba, masih diragukan untuk tampil penuh sejak menit pertama.
Kondisi ini memaksa tim medis dan jajaran pelatih bekerja ekstra keras hingga sesaat sebelum sepak mula.
Dilema Kebugaran Lucho dan Barba: Antara Risiko dan Kebutuhan
Luciano Guaycochea dilaporkan absen dalam sesi latihan terakhir akibat nyeri otot yang dipicu oleh kelelahan ekstrem.
Bojan Hodak menyebut peluang bermain Lucho saat ini masih berada di angka 50:50.
“Jika pertandingannya masih tiga hari lagi, mungkin dia siap. Tapi karena besok, kami harus melihat kondisinya sesaat menjelang laga dimulai,” ujar Hodak pada Sabtu (10/1/2026).
Sementara itu, situasi Federico Barba jauh lebih pelik. Bek asal Italia itu tidak hanya berjuang pulih dari cedera, tetapi juga diterpa isu kepindahannya kembali ke Eropa.
Meski kondisinya belum 100 persen, Hodak memberikan sinyal hijau bagi Barba untuk bermain dengan bantuan penghilang rasa sakit (painkiller) jika situasi pertandingan sangat mendesak.
Kehadiran Barba sangat krusial untuk membendung agresivitas lini depan Persija yang sedang naik daun.
Tantangan Geografis: Liga Indonesia Bak Benua Eropa
Bojan Hodak memberikan kritik pedas sekaligus analisis menarik mengenai beratnya kompetisi di Indonesia dibandingkan Eropa.
Menurutnya, faktor perjalanan jauh antar-pulau menjadi penyebab utama rontoknya fisik para pemain.
Ia membandingkan perjalanan ke Papua yang memakan waktu 5 jam serupa dengan terbang dari Portugal ke Kazakhstan.
“Tampil di Liga Indonesia seperti bermain di satu benua Eropa. Di sana, perjalanan klub mungkin hanya 1-2 jam, di sini sangat menguras energi,” jelas pelatih asal Kroasia tersebut.
Faktor inilah yang dinilainya membuat tim seperti Borneo FC mulai mengalami inkonsistensi setelah menjalani rentetan laga tandang yang melelahkan.
Persib sendiri tercatat memainkan tujuh laga lebih banyak dibanding tim lain dalam empat bulan terakhir akibat jadwal yang padat.
Misi Juara Paruh Musim dan Rahasia Ruang Ganti
Pertandingan melawan Persija bukan sekadar soal rivalitas, melainkan tiket menuju puncak klasemen.
Dengan koleksi 35 poin, kemenangan atas Macan Kemayoran akan membawa Persib melangkahi Borneo FC (37 poin) dan menobatkan mereka sebagai juara paruh musim.
Motivasi ini menjadi energi tambahan bagi para pemain yang tengah didera kelelahan.
Di tengah spekulasi mengenai Barba dan kondisi internal tim, Hodak memilih untuk menutup rapat dapur skuadnya.
Ia menegaskan bahwa tim adalah keluarga dan ada hal-hal yang harus tetap berada di ruang ganti.
“Ada hal yang perlu disimpan untuk diketahui keluarga saja,” tegasnya.
Sikap protektif ini diharapkan mampu menjaga fokus para pemain dari gangguan non-teknis menjelang laga penentuan.
Analisis Kesiapan Pemain Kunci Persib
| Nama Pemain | Status | Kendala | Solusi Potensial |
| Lucho Guaycochea | 50:50 | Nyeri Otot & Kelelahan | Menunggu Pemeriksaan Akhir |
| Federico Barba | Diragukan | Cedera & Spekulasi Transfer | Penggunaan Penghilang Rasa Sakit |
| Pemain Muda | Siap Tampil | Masa Pemulihan Lebih Cepat | Rotasi di Babak Kedua |
(Ars)












