CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 17 Januari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Efek Domino Venezuela: Benarkah Xi Jinping Akan Memanfaatkan Langkah Trump untuk Tekan Taiwan?

pri
10 Januari 2026
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein

Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

TAIPEI/BEIJING, WWW.PASJABAR.COM – Dunia internasional sedang menyoroti dampak jangka panjang dari agresi militer Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump ke Venezuela. Meski serangan tersebut terjadi di belahan bumi yang jauh, getarannya dirasakan hingga ke Asia Timur. Para analis kini memperdebatkan apakah tindakan “hegemonik” Washington ini akan menjadi lampu hijau bagi Xi Jinping untuk mempercepat klaim teritorialnya atas Taiwan dan Laut China Selatan (LCS).

“Amunisi” Diplomatik Baru bagi Beijing

Penangkapan Nicolas Maduro oleh pasukan AS pada awal Januari 2026 dianggap sebagai peluang emas bagi Beijing untuk menyerang balik kredibilitas Washington.

Selama bertahun-tahun, AS memosisikan diri sebagai penjaga hukum internasional dan pengkritik utama aktivitas militer China di Selat Taiwan.

Analis dari International Crisis Group, William Yang, menilai serangan AS ke Venezuela telah merusak moralitas argumen Washington.

“Ini menciptakan ‘amunisi murah’ bagi China. Setiap kali AS menuduh China melanggar hukum internasional di Taiwan atau LCS, Beijing kini punya contoh nyata untuk menuduh AS melakukan hal yang sama di Amerika Latin,” jelasnya.

Kantor berita Xinhua bahkan sudah mulai melabeli AS sebagai pelaku “perilaku hegemonik nyata” yang mengancam perdamaian dunia.

Baca juga:   Empati Israel atas Los Angeles dan Ironi Membakar Gaza

Taiwan Bukan Venezuela: Perbedaan Fundamental

Meskipun China mendapatkan keuntungan narasi, para pakar meyakini bahwa Beijing tidak akan serta-merta melakukan invasi militer ke Taiwan hanya karena meniru langkah Trump.

Ada beberapa alasan mendasar mengapa perbandingan antara Venezuela dan Taiwan dianggap tidak relevan oleh para analis:

  • Status Kedaulatan: China selalu menganggap Taiwan sebagai “urusan internal”, sementara Venezuela adalah negara berdaulat yang diintervensi AS. Beijing tidak ingin menciptakan preseden yang melegalkan intervensi asing terhadap negara berdaulat.

  • Kapabilitas Militer: Profesor Shi Yinhong dari Universitas Renmin menegaskan bahwa linimasa China terhadap Taiwan bergantung pada kesiapan militer mereka sendiri, bukan dipicu oleh aksi AS di negara lain.

  • Kepemimpinan Moral: Beijing berupaya tampil kontras dengan Washington. China ingin terlihat sebagai kekuatan yang mendukung perdamaian untuk menarik simpati negara-negara berkembang (Global South).

Baca juga:   Oded : Jika 5% Siswa Terkonfirmasi Covid-19 Maka Sekolah Ditutup

Respon Tegas dari Taipei

Pemerintah Taiwan melalui anggota senior parlemen, Wang Ting-yu, menolak keras perbandingan negaranya dengan Venezuela.

Melalui media sosial, ia menegaskan bahwa kekuatan militer dan posisi strategis Taiwan jauh berbeda.

“China tidak pernah kekurangan niat buruk, tetapi mereka kekurangan cara yang layak untuk melakukannya. China bukan AS, dan Taiwan jelas bukan Venezuela,” tegas Wang.

Namun, para pengamat memperingatkan bahwa situasi ini akan menekan Taipei untuk semakin “merapat” ke administrasi Trump demi jaminan perlindungan keamanan yang lebih kuat.

Risiko Jangka Panjang: Narasi Pembenaran Xi Jinping

Walau invasi fisik dianggap belum akan terjadi dalam waktu dekat, para ahli ilmu politik seperti Lev Nachman memperingatkan adanya efek jangka panjang yang berbahaya.

Baca juga:   Pekerjaan untuk Lulusan Jurusan Teknologi Pangan

Tindakan tegas Trump di Venezuela dapat menginspirasi diskusi di media sosial China (seperti Weibo) yang mendesak Beijing untuk bertindak serupa terhadap Taiwan.

Narasi yang dibangun Xi Jinping di masa depan mungkin akan menggunakan aksi militer AS ini sebagai pembenaran moral: jika AS bisa bertindak demi kepentingan nasionalnya di luar negeri, maka China merasa lebih berhak melakukannya di wilayah yang mereka klaim sebagai milik sendiri.

Analisis Perbandingan Geopolitik

Faktor Intervensi AS di Venezuela Ambisi China di Taiwan
Justifikasi Penggulingan rezim & pengaruh minyak Penyatuan kembali wilayah nasional
Kredibilitas Dianggap melanggar hukum internasional Mengklaim sebagai urusan domestik
Dampak Global Ketidakstabilan energi & diplomasi Risiko konflik kekuatan nuklir & ekonomi
Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: Amerika Serikatchinadonald trumpGeopolitikHubungan Internasional 2026Laut China SelatanNicolas MaduroTaiwanVenezuelaXi Jinping


Related Posts

NASA bangun reaktor nuklir
HEADLINE

Mengejutkan! NASA Bangun Reaktor Nuklir di Bulan Tahun 2030, Era Kolonisasi Manusia Dimulai?

15 Januari 2026
Massa demonstran turun ke jalan membela Renee Nicole Good, wanita AS yang ditembak mati agen ICE di Minneapolis. Foto/Allie Ippolito/ via The Inquirer
CAHAYA PASUNDAN

Minneapolis Membara: Penembakan Warga oleh Agen ICE Picu Perang Terbuka Trump vs Demokrat

11 Januari 2026
Foto: REUTERS/KARAM AL-MASRI
HEADLINE

Aleppo Memanas: Gencatan Senjata Gagal, Militer Suriah Bersiap Gempur Distrik Kurdi

11 Januari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Galeri Rasulullah
HEADLINE

Menelusuri Sejarah Nabi di Galeri Rasulullah Masjid Raya Al Jabbar

17 Januari 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM - Galeri Rasulullah yang berlokasi di kawasan Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung, menjadi salah...

grand theft auto vi

Perilisan Grand Theft Auto VI Tertunda, Ini Alasan Take-Two

17 Januari 2026
KA Ciremai

Terdampak Banjir, KA Ciremai Bandung–Semarang Batal Beroperasi

17 Januari 2026
Onic Esports

Onic Esports Vs Team Falcons, Penentuan Tiket Knockout M7

17 Januari 2026
samsung s26 ultra

Samsung Galaxy S26 Ultra Dipastikan Siap Dipasarkan di Indonesia

17 Januari 2026

Highlights

Onic Esports Vs Team Falcons, Penentuan Tiket Knockout M7

Samsung Galaxy S26 Ultra Dipastikan Siap Dipasarkan di Indonesia

The RIP Jadi Film Thriller Netflix Paling Dinantikan Januari 2026

BMKG Prakirakan Cuaca: Hujan Ringan Hingga Petir di Sejumlah Kota

Libur Panjang Isra Mi’raj, Aktivitas Botram Ramai di Bandung Zoo

Jawaban Bojan Hodak soal Calon Pemain Baru Persib Bandung

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.