CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 18 Januari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home CAHAYA PASUNDAN

Minneapolis Membara: Penembakan Warga oleh Agen ICE Picu Perang Terbuka Trump vs Demokrat

pri
11 Januari 2026
Massa demonstran turun ke jalan membela Renee Nicole Good, wanita AS yang ditembak mati agen ICE di Minneapolis. Foto/Allie Ippolito/ via The Inquirer

Massa demonstran turun ke jalan membela Renee Nicole Good, wanita AS yang ditembak mati agen ICE di Minneapolis. Foto/Allie Ippolito/ via The Inquirer

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

MINNEAPOLIS, WWW.PASJABAR.COM – Kota Minneapolis kini menjadi pusat konfrontasi nasional yang sangat terpolarisasi setelah insiden penembakan fatal terhadap seorang wanita warga Amerika Serikat, Renée Nicole Good (37), oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) pada Rabu (7/1/2026).

Tragedi ini tidak hanya memicu kemarahan publik, tetapi juga meledakkan perseteruan sengit antara administrasi Presiden Donald Trump dengan para pejabat lokal Minnesota yang dipimpin Partai Demokrat.

Kronologi dan Klaim “Pembelaan Diri” yang Diperdebatkan

Insiden berdarah ini terjadi pada Rabu pagi di sebuah lingkungan perumahan saat ICE sedang melakukan operasi penegakan hukum besar-besaran.

Agen yang diidentifikasi sebagai Jonathan Ross, seorang veteran Perang Irak, melepaskan tembakan ke arah mobil Good yang menyebabkan korban tewas di tempat.

Pemerintah federal dengan cepat membangun narasi bahwa agen Ross bertindak demi “pembelaan diri”.

Pemerintah federal menuduh Good sengaja menabrakkan kendaraannya ke arah petugas.

Namun, klaim ini langsung dibantah keras oleh Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, yang telah meninjau rekaman video di lokasi.

Baca juga:   Biden yakin Menang Pemilu AS, Trump Bakal Gugat

Frey menyebut narasi Gedung Putih sebagai “omong kosong” dan menuding fakta di lapangan menunjukkan situasi yang jauh lebih kompleks dan tidak membenarkan penggunaan kekuatan mematikan.

Narasi Keras Gedung Putih: Korban Dicap Teroris Domestik

Alih-alih meredam situasi, Presiden Donald Trump justru memperkeruh suasana dengan membela agen ICE secara total sebelum investigasi independen rampung.

Trump secara terbuka menyalahkan korban, menyebut tindakannya sebagai upaya kekerasan yang sengaja dan kejam terhadap petugas federal.

Langkah agresif ini dipertegas oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri (DHS), Kristi Noem, yang melontarkan tuduhan mengejutkan dengan menyebut tindakan Good sebagai “terorisme domestik”.

Sementara itu, Wakil Presiden J.D. Vance menuding insiden ini sebagai hasil dari agitasi “radikal kiri” yang menghalangi penegakan hukum.

Bagi kubu Trump, insiden ini adalah bentuk konsekuensi dari perlawanan terhadap otoritas federal, sebuah posisi yang mempertegas kebijakan imigrasi keras yang menjadi ciri khas pemerintahannya.

Baca juga:   Dubes RI untuk Bosnia Akan Kerjasama dengan Paguyuban Pasundan dan Unpas

Perlawanan Pejabat Lokal: “ICE Harus Pergi”

Di sisi lain, para pimpinan Minnesota menunjukkan perlawanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Gubernur Tim Walz mengecam operasi federal tersebut sebagai tindakan agresif yang “dapat diprediksi dan dihindari.”

Walz bahkan mengambil langkah ekstrem dengan mengaktifkan pusat operasi darurat dan menyiagakan Garda Nasional untuk melindungi warganya dari apa yang ia anggap sebagai penyalahgunaan kekuasaan federal.

Wali Kota Jacob Frey secara terang-terangan menuntut agar ICE meninggalkan Minneapolis, dengan menyatakan bahwa kehadiran agen federal justru merusak keselamatan masyarakat lokal.

Dukungan juga datang dari Wakil Gubernur Peggy Flanagan dan anggota Kongres Ilhan Omar, yang menyebut penembakan ini sebagai bukti nyata bahwa kebijakan Trump adalah ancaman bagi nyawa warga sipil.

Gelombang Protes dan Polarisasi Nasional

Ribuan warga Minneapolis kini turun ke jalan dalam aksi protes yang mencekam, meneriakkan keadilan bagi Renée Good.

Baca juga:   Xiaomi 17 Series Tantang iPhone 17 dengan Fitur Premium Baru

Massa menuntut akuntabilitas penuh dan penarikan seluruh agen federal dari kota tersebut.

Demonstrasi ini mencerminkan luka mendalam atas kedaulatan lokal yang merasa diinjak-injak oleh otoritas pusat.

Bentrokan narasi ini bukan lagi sekadar masalah kebijakan imigrasi.

Melainkan benturan fundamental antara hak-hak sipil lokal dengan otoritas federal di era Trump  kedua.

Minneapolis kini menjadi simbol perlawanan terhadap kekuasaan pusat.

Sementara Gedung Putih tampaknya tidak berniat mundur dari posisi mereka yang menekankan penegakan hukum dengan “tangan besi”.

Analisis Konflik: Federal vs Lokal

Pihak Posisi Utama Narasi Terhadap Korban
Gedung Putih (Trump) Penegakan Hukum Federal Penjahat / Teroris Domestik
Pemerintah Lokal (Frey/Walz) Perlindungan Warga & Otonomi Korban Penyalahgunaan Kekuasaan
ICE (Jonathan Ross) Pembelaan Diri (Self-Defense) Ancaman Menggunakan Kendaraan
Saksi/Video Lokal Penggunaan Kekuatan Berlebihan Situasi Kompleks & Tidak Terprovokasi
Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Berita AS 2026donald trumpICEJ.D. VanceJacob FreyKrisis ImigrasiMinneapolisPenembakan PolisiRenée Nicole GoodTim Walz


Related Posts

Foto: REUTERS/KARAM AL-MASRI
HEADLINE

Aleppo Memanas: Gencatan Senjata Gagal, Militer Suriah Bersiap Gempur Distrik Kurdi

11 Januari 2026
Foto: Ribuan warga turun ke jalan di wilayah Mashad, Iran untuk memprotes atas kesulitan ekonomi di seluruh negeri. (X/@Osint613)
HEADLINE

Iran di Titik Didih: Donald Trump Tebar Ancaman di Tengah Gelombang Protes yang Menelan Puluhan Korban

10 Januari 2026
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein
HEADLINE

Efek Domino Venezuela: Benarkah Xi Jinping Akan Memanfaatkan Langkah Trump untuk Tekan Taiwan?

10 Januari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Galeri Rasulullah
HEADLINE

Menelusuri Sejarah Nabi di Galeri Rasulullah Masjid Raya Al Jabbar

17 Januari 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM - Galeri Rasulullah yang berlokasi di kawasan Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung, menjadi salah...

grand theft auto vi

Perilisan Grand Theft Auto VI Tertunda, Ini Alasan Take-Two

17 Januari 2026
KA Ciremai

Terdampak Banjir, KA Ciremai Bandung–Semarang Batal Beroperasi

17 Januari 2026
Onic Esports

Onic Esports Vs Team Falcons, Penentuan Tiket Knockout M7

17 Januari 2026
samsung s26 ultra

Samsung Galaxy S26 Ultra Dipastikan Siap Dipasarkan di Indonesia

17 Januari 2026

Highlights

Onic Esports Vs Team Falcons, Penentuan Tiket Knockout M7

Samsung Galaxy S26 Ultra Dipastikan Siap Dipasarkan di Indonesia

The RIP Jadi Film Thriller Netflix Paling Dinantikan Januari 2026

BMKG Prakirakan Cuaca: Hujan Ringan Hingga Petir di Sejumlah Kota

Libur Panjang Isra Mi’raj, Aktivitas Botram Ramai di Bandung Zoo

Jawaban Bojan Hodak soal Calon Pemain Baru Persib Bandung

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.