TURIN, WWW.PASJABAR.COM – Juventus menunjukkan performa yang nyaris sempurna saat menjamu Cremonese dalam lanjutan pekan ke-20 Serie A 2025/2026. Berlaga di Allianz Stadium pada Selasa (13/1/2026) dini hari WIB, Bianconeri tampil beringas dengan melumat tim tamu lima gol tanpa balas. Di bawah kendali Luciano Spalletti, Juventus tampil dengan identitas menyerang yang sangat cair, membuat Cremonese besutan Davide Nicola tidak berdaya sejak menit awal.
Hasil ini tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga menjadi catatan kemenangan terbesar klub di kompetisi domestik dalam delapan tahun terakhir.
Dominasi Total di Babak Pertama
Laga baru berjalan 12 menit ketika Gleison Bremer membuka keran gol tuan rumah secara tak terduga.
Sebuah tendangan voli keras Fabio Miretti mengenai kepala bek asal Brasil tersebut, yang justru membuat arah bola berbelok dan mengecoh kiper Emil Audero.
Hanya berselang tiga menit, Jonathan David menggandakan keunggulan melalui serangan balik cepat yang memanfaatkan umpan terobosan cerdas Khephren Thuram.
Momen krusial terjadi pada menit ke-23 ketika VAR membatalkan penalti bagi Cremonese. Keputusan ini memicu kemarahan pelatih Davide Nicola yang akhirnya harus diusir wasit keluar lapangan.
Juventus kemudian justru mendapatkan penalti pada menit ke-33. Meski eksekusi Kenan Yildiz sempat ditepis, pemain muda asal Turki tersebut dengan sigap menyambar bola rebound untuk menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.
Babak Kedua: Eksperimen Spalletti dan Efisiensi McKennie
Memasuki paruh kedua, Juventus tidak sedikit pun mengendurkan intensitas. Baru tiga menit berjalan, tekanan dari Weston McKennie memaksa Filippo Terracciano melakukan gol bunuh diri.
Unggul empat gol membuat Spalletti melakukan rotasi dengan memasukkan Edon Zhegrova dan Juan Cabal guna menjaga kebugaran tim.
Pesta gol tuan rumah ditutup pada menit ke-64 melalui sundulan tajam McKennie yang memanfaatkan umpan lambung presisi Pierre Kalulu.
Sepanjang sisa laga, Juventus mendominasi penguasaan bola hingga 56% dengan akurasi operan mencapai 91%.
Michele Di Gregorio di bawah mistar gawang Juventus pun praktis tidak bekerja keras, hanya melakukan satu penyelamatan penting dari upaya Alberto Grassi.
Implikasi Klasemen dan Tren Positif
Kemenangan ini membawa Juventus kokoh di urutan ketiga klasemen sementara Serie A dengan 39 poin.
Hasil ini sangat penting untuk menjaga jarak dengan Inter Milan dan Napoli di papan atas. Selain itu, catatan statistik menunjukkan efektivitas luar biasa: dari 16 tembakan yang dilepaskan, 10 di antaranya tepat sasaran.
Bagi Spalletti, hasil ini adalah bukti bahwa skema 3-4-2-1 yang ia terapkan mulai menyatu dengan karakter pemain.
Sementara bagi Cremonese, kekalahan telak ini memaksa mereka tetap tertahan di peringkat ke-13 dan menjadi evaluasi besar bagi lini pertahanan mereka yang tampak rapuh menghadapi transisi cepat.
Statistik Kunci: Juventus vs Cremonese
| Kategori | Juventus | Cremonese |
| Skor | 5 | |
| Tembakan (On Target) | 16 (10) | 5 (1) |
| Penguasaan Bola | 56% | 44% |
| Akurasi Operan | 91% | 83% |
| Pencetak Gol Utama | Bremer, J. David, K. Yildiz, W. McKennie | – |












