JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, langsung membuat pernyataan strategis dalam jumpa pers pertamanya di Hotel Mulia, Selasa (13/1/2026). Juru taktik asal Inggris tersebut menegaskan bahwa Kejuaraan ASEAN (Piala AFF) yang dijadwalkan pada Juli-Agustus mendatang akan digunakan untuk menguji kedalaman kolam talenta (talent pool).
Herdman akan menjadikan turnamen paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut sebagai laboratorium dan memberikan panggung bagi para pemain muda dan pemain lapis kedua. Piala AFF tidak akan menjadi prioritas bagi skuad utama atau pemain “Tier 1”.
Talent Pool Berdasar Kendala Kalender FIFA dan Komitmen Klub
Keputusan Herdman ini didasari oleh realitas bahwa Piala AFF tidak masuk dalam kalender resmi FIFA.
Kondisi ini membuat klub-klub, terutama yang berlaga di Eropa dan luar negeri, memiliki hak penuh untuk tidak melepas pemain pilar mereka seperti Thom Haye, Jay Idzes, atau Ragnar Oratmangoen.
“Turnamen di bulan Juli dan Agustus adalah sesuatu yang berbeda. Akan sulit untuk membawa pemain tier 1 dan 2 karena mereka punya komitmen kepada klubnya. Jadi, itulah pentingnya memiliki kolam talenta yang luas,” jelas mantan pelatih Kanada tersebut.
Dengan kebijakan ini, Herdman ingin memastikan bahwa ketergantungan Timnas Indonesia terhadap segelintir pemain utama dapat dikurangi dengan mematangkan para pemain alternatif melalui kompetisi kompetitif.
Belajar dari Pengalaman di CONCACAF Gold Cup
Herdman membawa analogi dari pengalamannya saat menakhodai Timnas Kanada. Ia kerap menghadapi situasi serupa saat berlaga di Piala Emas (Gold Cup) bentukan CONCACAF.
Pada ajang tersebut, ia seringkali harus bermain tanpa bintang dunia seperti Alphonso Davies atau Jonathan David.
“Anda harus menggunakan pemain lokal dan kolam yang jauh lebih besar. Anda bisa belajar dan melihat pemain di situasi itu,” tuturnya.
Di bawah asuhan Herdman dengan skema pemain pelapis, Kanada terbukti tetap kompetitif bahkan mampu menembus semifinal Gold Cup 2021.
Pola sukses inilah yang ingin ia adaptasi untuk skuad Garuda di Piala AFF nanti.
Memutus Rantai Kegagalan dan Evaluasi Masa Lalu
Sejarah mencatat Indonesia telah enam kali masuk final Piala AFF namun belum pernah sekalipun mencicipi gelar juara.
Pada edisi 2024 lalu, di bawah asuhan Shin Tae-yong, Indonesia yang menurunkan pemain muda gagal melewati babak grup.
Herdman menyadari risiko ini, namun ia melihatnya sebagai investasi jangka panjang.
Dengan memberikan menit bermain kepada pemain yang tidak tampil pada laga internasional bulan Maret atau Juni, ia berharap bisa menemukan “berlian terpendam” yang siap dipromosikan ke skuad utama untuk kualifikasi Piala Asia atau Piala Dunia mendatang.
Rencana Komposisi Skuad Piala AFF 2026 (Proyeksi Herdman)
| Kategori Pemain | Status Ketersediaan | Peran dalam Turnamen |
| Tier 1 (Pemain Inti/Eropa) | Sulit Izin (Bukan Kalender FIFA) | Diistirahatkan / Fokus Klub |
| Tier 2 (Pemain Rotasi) | Bergantung Izin Klub | Pemimpin di Lapangan |
| Pemain Lapis Kedua | Tersedia (Liga Domestik) | Uji Coba Kualitas & Taktik |
| Pemain Muda (U-23) | Tersedia | Proyeksi Masa Depan & Pengalaman |












