TURIN, WWW.PASJABAR.COM – Papan skor di Allianz Stadium mungkin menunjukkan angka mencolok 5-0 untuk kemenangan Juventus atas Cremonese, Selasa (13/1/2026). Namun, bagi para pengamat taktik dan statistik, skor tersebut bisa saja berakhir jauh lebih tragis bagi tim tamu andaikata Emil Audero tidak tampil heroik di bawah mistar gawang. Emil Audero selamatkan Cremonese dari malapetaka lebih besar.
Kiper Timnas Indonesia kelahiran Lombok itu kembali dipercaya pelatih Davide Nicola untuk mengawal gawang Grigiorossi.
Meski gawangnya dibombardir oleh barisan penyerang Juventus, Emil membuktikan kualitasnya sebagai salah satu kiper elit di Serie A dengan melakukan serangkaian penyelamatan krusial.
Emil Audero Selamatkan Cremonese dari Badai Serangan “Bianconeri”
Juventus tampil sangat agresif sejak peluit pertama dibunyikan. Baru enam menit laga berjalan, Emil sudah dipaksa jatuh bangun untuk menggagalkan peluang emas dari Khephren Thuram.
Penyelamatan awal ini sempat memberikan napas bagi lini pertahanan Cremonese yang tampak gugup menghadapi tekanan tinggi tuan rumah.
Momen paling mencolok terjadi pada menit ke-35. Saat Juventus mendapatkan hadiah penalti, Emil Audero menunjukkan kelasnya dengan berhasil membaca arah bola dan menepis eksekusi penalti Kenan Yildiz.
Sayangnya, faktor keberuntungan tidak berpihak padanya; bola hasil tepisannya mengenai tiang gawang dan memantul kembali ke kaki Yildiz yang dengan mudah menyambar bola rebound.
Statistik yang Berbicara: Emil Audero Selamatkan Cremonese dari kekalahan Lebih Besar
Sepanjang 90 menit pertandingan, gawang Cremonese tercatat dihujani 16 tembakan, dengan 10 di antaranya tepat sasaran (on target). Berikut adalah rincian kontribusi Emil Audero:
-
Penyelamatan Beruntun: Di awal babak kedua (menit 53 dan 54), Emil menggagalkan peluang emas dari Weston McKennie dan Kenan Yildiz secara berturut-turut.
-
Total Save: Emil mencatatkan 6 penyelamatan penting. Secara matematis, tanpa aksi responsif Emil, Cremonese berpotensi pulang dengan kekalahan memalukan dua digit angka (lebih dari 10 gol).
-
Rating Tertinggi: Meski timnya kalah telak, situs penyedia rating pemain seperti Sofascore dan Whoscored menempatkan Emil sebagai pemain dengan poin tertinggi di skuad Cremonese, jauh mengungguli para pemain bertahan lainnya.
Tantangan Berat di Papan Tengah
Kekalahan ini memang membuat Cremonese tertahan di peringkat ke-13 dengan 22 poin.
Namun, bagi Emil Audero pribadi, performa ini menjadi sinyal positif bagi Timnas Indonesia menjelang laga internasional mendatang.
Kemampuannya menghadapi pemain kelas dunia seperti Jonathan David dan Yildiz membuktikan bahwa ia tetap berada di level performa puncak meskipun timnya sedang mengalami tren negatif.
Analisis Statistik Penampilan Emil Audero (vs Juventus)
| Kategori Statistik | Catatan Performa | Keterangan |
| Tembakan On Target Lawan | 10 | Tekanan sangat tinggi |
| Penyelamatan (Saves) | 6 | Termasuk tepisan penalti |
| Penyelamatan Penalti | 1 | Gagal rebound karena faktor tiang |
| Sentuhan Bola | 42 | Aktif dalam distribusi bola bawah |
| Rating Rata-rata | 7.2 – 7.5 | Tertinggi di skuad Cremonese |












