LONDON, WWW.PASJABAR.COM – Kekalahan 2-3 Chelsea atas Arsenal pada leg pertama semifinal Carabao Cup, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB, menyisakan buntut panjang. Bukan hanya soal skor, perhatian publik tersedot oleh aksi konfrontasi fisik yang melibatkan bintang Argentina, Enzo Fernandez, dengan gelandang anyar Arsenal, Martin Zubimendi. Enzo Fernandez Mencengkeram Leher Zubimendi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan ini mencoreng debut domestik manajer baru Chelsea, Liam Rosenior, di Stamford Bridge.
Kronologi Drama: Enzo Fernandez Mencengkeram Leher Zubimendi di Tengah Lapangan
Ketegangan bermula saat sesi jabat tangan antarpemain usai laga. Enzo Fernandez terlihat emosional dan langsung menghampiri Zubimendi.
Meski sempat dilerai oleh rekan setimnya, Pedro Neto, Enzo kembali mendekati Zubimendi dengan gestur yang lebih agresif.
Dalam rekaman video yang viral, Enzo tampak kehilangan kendali dan sempat mencengkeram leher Zubimendi.
Beruntung, Zubimendi merespons dengan kepala dingin dan tidak terpancing provokasi tersebut.
Manajer Chelsea, Liam Rosenior, bahkan harus turun ke lapangan untuk menarik paksa Enzo dan menenangkannya agar tidak berujung pada sanksi kartu merah pasca-laga.
Pemicu Frustrasi: Kekalahan di Kandang Sendiri
Frustrasi Enzo diduga kuat dipicu oleh jalannya pertandingan yang sangat berat bagi The Blues.
Arsenal tampil dominan melalui gol-gol Ben White, Viktor Gyokeres, dan justru Martin Zubimendi sendiri yang mencetak gol kemenangan ketiga bagi Meriam London.
Meskipun Alejandro Garnacho tampil luar biasa dengan mencetak brace, Chelsea tetap gagal mengamankan hasil imbang.
Kekalahan di kandang ini membuat langkah Arsenal selangkah lebih maju menuju final, sementara Chelsea harus menang dengan selisih dua gol di Emirates Stadium pada leg kedua nanti.
Statistik Insiden & Laga: Chelsea vs Arsenal
| Kategori | Chelsea | Arsenal |
| Skor Akhir | 2 | 3 |
| Pencetak Gol | A. Garnacho (2) | B. White, V. Gyokeres, M. Zubimendi |
| Insiden Panas | Enzo Fernandez (Konfrontasi) | Martin Zubimendi (Pihak Terprovokasi) |
| Wasit Penengah | Liam Rosenior (Manajer) | – |
| Peluang Lolos | Berat (Butuh Menang di Emirates) | Tinggi (Unggul Agregat) |












