COMO, WWW.PASJABAR.COM – Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas Frustrasi, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya setelah rekor tak terkalahkan timnya di kandang resmi patah di tangan AC Milan, Jumat (16/1/2026) dini hari WIB.
Meski statistik menunjukkan dominasi total I Lariani, skor akhir 1-3 di papan skor Stadion Giuseppe Sinigaglia menjadi kenyataan pahit yang sulit dijelaskan Fabregas kepada anak asuhnya.
Dominasi yang Menyakitkan, Cesc Fabregas frustrasi
Como tampil luar biasa dengan filosofi permainan menyerang yang menjadi ciri khas Fabregas. Namun, dominasi di atas kertas tidak berbanding lurus dengan hasil akhir.
-
Penguasaan Bola: Como mencatatkan 66% penguasaan bola dengan total 700 operan (akurasi 93%), berbanding terbalik dengan Milan yang hanya membuat 200 operan.
-
Agresivitas: Tuan rumah melepaskan 18 tembakan (8 on target), sementara Milan hanya butuh 7 tembakan untuk mencetak 3 gol.
-
Faktor Pembeda: Kegemilangan Mike Maignan dan efektivitas Adrien Rabiot menjadi dinding tebal yang tak mampu ditembus strategi Fabregas.
“Bagaimana saya menjelaskan kepada para pemain mengapa kami kalah dalam pertandingan seperti itu? Kami membuat 700 operan sementara Milan 200. Tim memainkan pertandingan dengan sempurna, tapi kemampuan individual memenangi laga hari ini,” ujar Fabregas dengan nada gusar kepada Sky Sport.
Antara Allegri-Ball dan Kualitas Individu
Fabregas mengakui bahwa kekalahan ini disebabkan oleh dua faktor utama yang sudah ia waspadai sebelumnya: kualitas individu pemain Milan dan serangan balik mematikan.
Milan yang menerapkan gaya permainan defensif solid—yang sering dijuluki fans sebagai Allegri-Ball—bermain sangat disiplin.
Mereka membiarkan Como menguasai bola, namun menghukum setiap kesalahan kecil.
Penalti Christopher Nkunku lahir dari kegagalan pertama Como menjaga bola, yang kemudian diikuti oleh dua gol klinis dari Rabiot.
“Menyakitkan jika Anda membuat 750 operan tapi lawan mencetak 3 gol hanya dari 3-4 kali kami kehilangan bola. Jika kami mampu mencetak gol kedua, ceritanya akan berbeda,” tambah legenda Spanyol tersebut.
Masa Depan Skuad Muda Como
Meski pulang dengan perasaan marah, Fabregas menyadari bahwa timnya masih dalam proses pembelajaran.
Como tetap berada di peringkat keenam klasemen Serie A, sebuah pencapaian luar biasa bagi tim promosi.
Fabregas berjanji akan melakukan analisis mendalam sebelum menghadapi laga berat berikutnya melawan Lazio di Stadion Olimpico.
Perbandingan Statistik: Dominasi Como vs Efisiensi Milan
| Parameter | Como 1907 | AC Milan |
| Total Operan | 750 | 200 |
| Akurasi Operan | 93% | 81% |
| Total Tembakan | 18 | 7 |
| Skor Akhir | 1 | 3 |
| Penyelamatan Kiper | 1 | 7 (Maignan) |












