MARSEILLE, WWW.PASJABAR.COM – Stadion Stade Velodrome menjadi saksi bisu kejeniusan taktis Dominik Szoboszlai saat Liverpool melumat tuan rumah Marseille dengan skor telak 3-0 pada lanjutan Liga Champions, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB. Tendangan bebas cerdik Szoboszlai yang melahirkan gol pembuka tersebut menjadi sorotan utama karena teknik eksekusi tendangan bebasnya yang tidak biasa.
Alih-alih melambungkan bola melewati pagar hidup seperti pada umumnya, Szoboszlai memilih jalur yang lebih berisiko namun cerdik, yang pada akhirnya meruntuhkan mentalitas pertahanan lawan sejak babak pertama dimulai.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin biasa bagi The Reds, melainkan sebuah pernyataan tegas mengenai dominasi mereka di panggung Eropa.
Kejeniusan Szoboszlai dalam Membaca Celah Pagar Betis
Momen kunci pertandingan terjadi saat Liverpool mendapatkan hadiah tendangan bebas di area yang sangat strategis, tepat di depan kotak penalti Marseille.
Saat seluruh pemain lawan dan penonton berekspektasi bola akan melengkung tinggi, Szoboszlai justru menunjukkan ketenangan luar biasa.
Ia memperhatikan bahwa para pemain Marseille cenderung melompat tinggi untuk menghalau bola udara.
Memanfaatkan pengamatannya tersebut, ia melepaskan sepakan mendatar yang menggulirkan bola tepat di bawah kaki pagar hidup yang sedang melayang di udara.
Bola meluncur mulus tanpa hambatan ke pojok kiri gawang tanpa mampu dijangkau oleh kiper Geronimo Rulli.
Gol ini membuktikan bahwa Szoboszlai tidak hanya memiliki kekuatan fisik, tetapi juga visi bermain yang sangat matang di bawah tekanan.
Rahasia Tendangan Bebas Cerdik Szoboszlai
Pasca-pertandingan, Szoboszlai mengungkapkan bahwa gol cantik tersebut bukanlah sebuah kebetulan semata.
Ia mengaku telah melatih teknik eksekusi tersebut secara rutin dalam sesi latihan internal Liverpool.
Keberhasilannya mengeksekusi trik tersebut juga didukung oleh informasi dari staf kepelatihan mengenai kebiasaan lawan.
“Saya terus melatihnya dan sebelumnya diberitahu bahwa tidak ada pemain Marseille yang berbaring di belakang pagar betis, jadi ada celah besar jika saya menggulirkan bola di bawah. Saya mencoba keberuntungan itu dan ternyata berhasil,” ungkapnya kepada ESPN.
Dedikasi Szoboszlai di lapangan latihan kini telah menempatkannya sebagai salah satu pahlawan utama The Reds di Eropa dengan koleksi empat gol dan tiga assist sejauh ini.
Kekecewaan Marseille Atas Gol yang Dianggap Konyol
Di sisi lain, gol cerdik tersebut menjadi tamparan keras bagi Marseille. Pelatih mereka, Roberto De Zerbi, tampak sangat kecewa dengan cara timnya kebobolan.
Meskipun timnya sempat mencoba bangkit setelah gol tersebut, koordinasi pertahanan mereka tampaknya sudah telanjur goyah.
De Zerbi bahkan tidak segan-segan menyebut bahwa timnya dibobol dengan cara yang “konyol” karena kegagalan mengantisipasi trik dasar dalam situasi bola mati.
Kerapuhan ini kian diperparah di babak kedua ketika tekanan Liverpool memaksa Geronimo Rulli melakukan gol bunuh diri, sebelum akhirnya Cody Gakpo memastikan kemenangan Liverpool menjadi 3-0 lewat penyelesaian klinis di masa injury time.
Kekalahan ini membuat Marseille harus mengevaluasi total kedisiplinan taktik mereka jika ingin bersaing di level tertinggi.
Langkah Pasti Liverpool Menuju Babak 16 Besar Akibat Tendangan Bebas Cerdik Szoboszlai
Kemenangan impresif di markas Marseille ini menjaga asa Liverpool untuk lolos langsung ke babak 16 besar tanpa harus melewati jalur play-off.
Saat ini, skuad asuhan Arne Slot bertengger kokoh di posisi keempat klasemen fase liga dengan koleksi 15 poin dari tujuh pertandingan yang telah dijalani.
Performa Szoboszlai yang kian matang menjadi sinyal positif bagi Arne Slot dalam meracik strategi untuk laga-laga krusial berikutnya.
Dengan kolektivitas tim yang semakin solid, Liverpool menunjukkan bahwa mereka memiliki variasi serangan yang sangat kaya, mulai dari permainan terbuka hingga kecerdikan dalam situasi bola mati.
Fokus kini beralih ke pertandingan terakhir fase liga untuk memastikan posisi mereka di empat besar tetap aman dari kejaran para pesaingnya.
Statistik Dominik Szoboszlai vs Marseille (22/1/2026)
| Kategori Statistik | Catatan Performa |
| Menit Bermain | 90 Menit |
| Gol | 1 (Tendangan Bebas Cerdik) |
| Assist | |
| Peluang Tercipta (Chances Created) | 2 (Keduanya untuk Hugo Ekitike) |
| Akurasi Operan | 89% |
| Intensitas Pressing | Tertinggi di Tim (Memimpin lini depan) |
| Rating Pertandingan (Versi GOAL) | 8/10 (Man of the Match) |
Akumulasi Statistik di Liga Champions 2025/2026
Hingga matchday ke-7, Szoboszlai telah menjadi pilar paling produktif Liverpool di kompetisi Eropa:
| Parameter | Jumlah / Catatan |
| Total Pertandingan | 7 Laga |
| Total Gol | 4 Gol |
| Total Assist | 3 Assist |
| Total Kontribusi Gol | 7 G/A |
| Status Tim | Liverpool (Peringkat 4 Klasemen) |
| Total Poin Tim | 15 Poin |












