WWW.PASJABAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa seluruh syarat pembentukan siklon tropis telah terpenuhi pada Bibit Siklon Tropis 91S yang terpantau di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kondisi tersebut membuat sistem ini berpotensi tinggi berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu 24 hingga 48 jam ke depan.
Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB, Satria Topan Primadi, menjelaskan meskipun potensi pembentukan siklon tergolong tinggi, pergerakan Bibit Siklon 91S justru menjauhi wilayah Indonesia dan mengarah ke daratan Australia.
Dengan demikian, dampak langsung diperkirakan tidak signifikan, namun efek tidak langsung tetap perlu diwaspadai.
Berdasarkan analisis BMKG, terdapat enam faktor utama yang mendukung pembentukan siklon tropis pada sistem 91S. Faktor pertama adalah suhu muka laut di sekitar pusat sistem yang berkisar antara 26 hingga 29 derajat Celcius, melampaui ambang batas minimal pembentukan siklon tropis.
Enam Faktor Pembentuk Siklon Tropis
Faktor kedua adalah kondisi atmosfer yang tidak stabil sehingga mendukung terbentuknya awan Kumulonimbus.
Awan ini berperan sebagai sumber energi utama dalam perkembangan badai tropis. Faktor ketiga, atmosfer pada lapisan menengah sekitar ketinggian lima kilometer terpantau relatif lembab, kondisi yang sangat mendukung pertumbuhan awan konvektif.
Faktor keempat, sistem 91S berada pada jarak lebih dari 500 kilometer dari garis khatulistiwa. Menurut Satria, meskipun siklon masih memungkinkan terbentuk lebih dekat dengan ekuator, namun peluangnya jauh lebih kecil.
Faktor kelima berupa adanya gangguan atmosfer dekat permukaan bumi yang ditandai dengan angin berpusar dan pertemuan angin. Sementara faktor keenam adalah perubahan arah dan kecepatan angin terhadap ketinggian yang relatif kecil sehingga tidak mengganggu proses pertumbuhan badai.
BMKG mengingatkan meski pusat siklon bergerak menjauh, dampak tidak langsung tetap berpotensi dirasakan di wilayah Nusa Tenggara, Bali, hingga Jawa Timur.
Potensi hujan lebat hingga sangat lebat dapat terjadi di NTB dan NTT, sementara Bali dan Jawa Timur berpeluang mengalami hujan sedang hingga lebat. Selain itu, penguatan angin dan gelombang tinggi juga perlu diwaspadai masyarakat pesisir. (han)












