PADALARANG, WWW.PASJABAR.COM – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan perumahan elit Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sejak pagi hari, disertai dengan hembusan angin kencang yang mengakibatkan sebuah pohon trembesi berukuran besar tumbang pada Jumat (23/1/2026) sore.
Pohon yang juga dikenal dengan sebutan Ki Hujan tersebut tumbang tepat di area parkir strategis.
Akibatnya kerugian materiil bagi pemilik kendaraan yang sedang terparkir di bawahnya.
Insiden ini menambah daftar panjang dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bandung Raya dalam beberapa pekan terakhir.
Curah hujan yang tidak menentu seringkali disertai dengan fenomena angin kencang yang membahayakan infrastruktur dan vegetasi kota.
Detik-Detik Menegangkan di Depan Kantor Perbankan
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, tepat di area parkir depan kantor Bank BCA kawasan Kota Baru Parahyangan.
Berdasarkan keterangan saksi mata, pohon trembesi tersebut tampak tidak kuasa menahan beban air dan terpaan angin kencang.
Yusef, seorang pengendara yang tengah melintas saat kejadian, menceritakan bagaimana pohon tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda akan roboh sebelum akhirnya tumbang.
Ia melihat struktur pohon mulai condong ke arah jalan dan tempat parkir.
Kemudian dalam waktu singkat suara retakan kayu terdengar keras.
Disusul dengan robohnya dahan dan ranting besar yang langsung menghantam deretan mobil di bawahnya.
Kejadian yang berlangsung sangat cepat ini membuat warga dan pengendara lain yang berada di sekitar lokasi panik.
Dampak Kerusakan pada Kendaraan yang Terparkir
Akibat tumbangnya pohon berukuran raksasa tersebut, tiga unit kendaraan mengalami kerusakan berat.
Kendaraan yang terdampak meliputi satu unit Toyota Avanza, satu unit Daihatsu Taft, serta sebuah mobil pengangkut barang jenis colt bak.
Dari ketiga kendaraan tersebut, Toyota Avanza dengan nomor polisi D 1105 AJL menjadi yang paling nahas karena mengalami kerusakan fisik paling parah pada bagian atap dan kaca akibat hantaman batang utama yang cukup besar.
Meskipun kerugian materiil diperkirakan cukup signifikan, faktor keberuntungan masih menyertai para pemilik kendaraan.
Pada saat kejadian, para pemilik mobil diketahui sedang tidak berada di dalam kendaraan karena tengah melakukan aktivitas di luar lokasi atau berada di dalam gedung kantor bank, sehingga korban jiwa maupun luka-luka dapat dihindari sepenuhnya.
Kondisi Cuaca Ekstrem yang Belum Mereda
Kejadian ini tidak terlepas dari kondisi cuaca di Kabupaten Bandung Barat yang memang sedang tidak bersahabat sejak pagi hari.
Hujan yang turun secara merata dengan intensitas yang sangat deras membuat tanah di sekitar perakaran pohon menjadi jenuh dan labil.
Ditambah lagi dengan hembusan angin yang kencang, pohon-pohon besar dengan tajuk yang lebar seperti trembesi menjadi sangat rentan untuk mengalami patah dahan atau bahkan tumbang hingga ke akarnya.
Warga setempat melaporkan bahwa sebelum pohon tersebut tumbang, banyak ranting-ranting kecil dan dedaunan yang sudah beterbangan terbawa angin, menandakan betapa kuatnya tekanan udara pada sore itu.
Hingga sore hari menjelang malam, hujan di kawasan Padalarang dan sekitarnya dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda akan reda sepenuhnya, sehingga meningkatkan kewaspadaan akan adanya insiden serupa di titik lain.
Evakuasi dan Himbauan Keselamatan bagi Warga
Segera setelah laporan pohon tumbang diterima, petugas terkait dari dinas pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana daerah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Petugas menggunakan gergaji mesin untuk memotong batang-batang pohon yang melintang di atas kendaraan dan menutup sebagian akses jalan.
Evakuasi dilakukan dengan hati-hati agar tidak menambah kerusakan pada mobil yang tertimpa. Selain membersihkan sisa-sisa dahan, petugas juga memeriksa kondisi pohon lain di sepanjang jalur utama Kota Baru Parahyangan untuk mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.
Warga dan pengguna jalan dihimbau untuk lebih waspada dan menghindari memarkir kendaraan di bawah pohon besar atau baliho saat hujan deras disertai angin kencang melanda, mengingat ketidakpastian cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. (Uby)












