WWW.PASJABAR.COM — Indonesia memastikan satu wakil melangkah ke semifinal ajang BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026 setelah tercipta pertemuan sesama ganda putra Merah Putih di babak perempat final. Duel tersebut mempertemukan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melawan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Laga Indonesia Masters 2026 ini menjadi pertemuan kedua bagi kedua pasangan. Pada pertemuan sebelumnya, Raymond/Joaquin secara mengejutkan mampu menumbangkan Fajar/Fikri pada final Australian Open 2025. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi debut Raymond/Joaquin di turnamen level Super 500 dengan skor ketat 22-20, 10-21, 21-18.
Meski memiliki catatan positif, Raymond/Joaquin menyadari laga di Istora menghadirkan tantangan yang berbeda. Faktor kondisi lapangan hingga atmosfer pertandingan menjadi perhatian utama jelang duel.
Atmosfer Istora Jadi Tantangan Tersendiri
Nikolaus Joaquin mengungkapkan, kondisi angin di Istora Gelora Bung Karno membuat pemain harus lebih cermat dalam mengatur permainan.
“Yang pasti suasananya berbeda. Arah angin dan shuttlecock juga. Kalau shuttlecock mungkin sama, tapi di sini anginnya lebih terasa. Di Australia minim angin, jadi kami harus lebih antisipasi,” ujar Joaquin.
Ia juga mengakui pengalaman Fajar/Fikri masih menjadi faktor pembeda dalam pertandingan ini.
“Mereka jauh lebih berpengalaman. Walaupun kami pernah menang sekali, itu belum tentu bisa menjawab semuanya,” tambahnya.
Sementara itu, Raymond Indra menyebut laga resmi membuat mereka tampil lebih lepas tanpa beban.
“Kalau latihan mungkin masih ada sungkan. Tapi kalau tanding sudah ada wasit, jadi bebas. Kami nothing to lose saja,” kata Raymond.
Di sisi lain, Muhammad Shohibul Fikri menegaskan persaingan antar ganda putra Indonesia tetap berjalan secara sehat dan sportif.
“Kalau psywar bukan soal gengsi. Di PBSI, sesama ganda putra memang saling bersaing, tapi bersaing secara sportif. Semua ingin menang dan jadi nomor satu,” ujar Fikri.
Selain sektor ganda putra, Indonesia juga masih menjaga peluang di sektor lain, termasuk tunggal putra melalui Alwi Farhan, serta sejumlah wakil di ganda putri dan ganda campuran yang dijadwalkan bertanding pada hari yang sama di Istora Senayan. (han)












