JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM— Komunitas Temu Sejarah Indonesia kembali menggelar kegiatan rutin bertajuk Temu Sejarah Explore #9 yang kali ini berlangsung di Museum Sasmitaloka Jenderal Besar DR. A.H. Nasution, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/1/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi sejarah yang lebih dekat, reflektif, dan relevan dengan kehidupan masa kini, khususnya dalam konteks 60 tahun peristiwa G30S.
Sejarah yang Lebih Dekat dan Hidup
Founder Temu Sejarah Indonesia, Tiwi Kasavela, menjelaskan bahwa Temu Sejarah Explore merupakan program penelusuran sejarah yang secara konsisten digelar di berbagai daerah di Indonesia. Sebelumnya, kegiatan ini telah dilaksanakan di Bandung, Solo, Ngawi, Malang, Lembang, Jakarta, Madiun, hingga wilayah Kabupaten Bandung Barat, dengan konsep yang terus berkembang.
“Awalnya Temu Sejarah Explore banyak dilakukan dengan konsep walking tour, bahkan sempat hiking. Tapi di Jakarta kali ini kami menghadirkan suasana yang berbeda, yaitu sesi ngobrol santai dan diskusi langsung di ruang sejarah, agar sejarah terasa lebih hidup dan dekat,” ujar Tiwi.
Menurutnya, variasi konsep tersebut sengaja dihadirkan agar penelusuran sejarah tidak monoton dan mampu menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya generasi muda. Di Museum A.H. Nasution, peserta tidak hanya diajak melihat jejak dan ruang bersejarah, tetapi juga berdiskusi mengenai Pahlawan Revolusi, memori kolektif bangsa, serta dampak peristiwa G30S terhadap dinamika politik dan kehidupan sosial Indonesia.
“Tujuan utama kami sederhana, supaya masyarakat lebih aware terhadap sejarah di sekitar kita. Karena pada dasarnya, keberadaan kita hari ini adalah bagian dari masa lalu. Termasuk tragedi G30S yang menewaskan para jenderal dan mengubah tatanan politik serta kehidupan bangsa,” lanjut Tiwi.
Ia menegaskan bahwa Temu Sejarah Indonesia tidak hanya ingin menghadirkan sejarah sebagai cerita kelam, tetapi sebagai ruang pembelajaran untuk mengambil hikmah dan nilai kebijaksanaan.
“Kita belajar dari berbagai tragedi sejarah dengan mengambil sisi baiknya. Harapannya, dari pemahaman itu, kita bisa lebih bijaksana dan ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya.
Kegiatan Temu Sejarah Explore #9 ini disambut antusias oleh peserta yang datang dari berbagai latar belakang. Ke depan, Temu Sejarah Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan penelusuran sejarah dengan pendekatan yang inklusif, dialogis, dan kontekstual di berbagai daerah di Indonesia. (tiwi)












