MAPEI, WWW.PASJABAR.COM — Nasib sangat apes baru saja dialami oleh penjaga gawang Emil Audero Mulyadi saat dirinya membela Cremonese di markas Sassuolo. Penjaga gawang keturunan Indonesia Emil Audero Ditinggal Bus Cremonese timnya sendiri selepas selesai pertandingan pekan ke-22 Liga Italia di Mapei Stadium, Minggu (25/1/2026).
Laga ini sebenarnya menjadi sangat menarik karena menghadirkan duel dua penggawa tim nasional Indonesia yaitu Jay Idzes dan Audero.
Namun petaka bagi Emil Audero sudah dimulai sejak awal laga ketika dirinya melakukan kesalahan fatal saat pertandingan baru berjalan.
Kesalahan Fatal Emil Audero Dan Kekalahan Tipis Cremonese
Emil Audero gagal menangkap bola tembakan keras dari Armand Lauriente dengan sempurna sehingga mengakibatkan bola muntah di depan gawang.
Bola liar tersebut kemudian langsung disambar oleh pemain Sassuolo Alieu Fadera menjadi gol pembuka pada menit kedua awal pertandingan.
Gol tunggal dari Alieu Fadera tersebut nyatanya menjadi satu-satunya skor yang tercipta hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhir.
Sassuolo berhasil mengamankan kemenangan tipis satu kosong atas Cremonese berkat blunder yang dilakukan oleh penjaga gawang Emil Audero tersebut.
Kekalahan ini tentu terasa sangat menyakitkan bagi skuad Cremonese yang sedang berusaha untuk merangkak naik ke posisi klasemen atas.
Emil Audero tampak sangat kecewa dengan performanya di atas lapangan namun dirinya tetap bersikap profesional saat menemui para awak.
Dirinya tidak menyangka bahwa kekalahan di lapangan hijau akan berlanjut menjadi sebuah insiden unik yang sangat memalukan bagi.
Kesalahan teknis dalam menangkap bola tersebut menjadi bahan evaluasi besar bagi tim kepelatihan Cremonese untuk pertandingan pada pekan mendatang.
Meskipun melakukan blunder namun Emil Audero tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi sepanjang jalannya laga melawan tim tuan rumah.
Kekecewaan di lapangan nyatanya hanyalah awal dari drama panjang yang harus dialami oleh mantan kiper Juventus tersebut malam itu.
Kronologi Insiden Audero Tertinggal Bus Tim Di Mapei Stadium
Petaka yang sesungguhnya menimpa Emil Audero Mulyadi justru terjadi selepas pertandingan berakhir ketika rombongan tim bersiap untuk segera pulang.
Sky Sport Italia melaporkan bahwa kiper berusia dua puluh sembilan tahun tersebut secara tidak disengaja tertinggal oleh rombongan bus.
Kejadian unik ini bermula ketika Emil Audero sedang melayani sesi wawancara dengan dua orang wartawan asal Indonesia di area.
Ia menjawab beberapa pertanyaan serta melayani permintaan foto bersama para reporter sebelum dirinya bersiap untuk segera meninggalkan area stadion.
Interaksi yang cukup lama dengan para wartawan tersebut ternyata berbuah pahit karena rekan setimnya sudah berangkat lebih dahulu tadi.
Bus tim Cremonese sudah meninggalkan kawasan Mapei Stadium saat Emil Audero menyadari dirinya tertinggal sendirian di parkiran.
Kiper kelahiran Mataram tersebut sempat merasa bingung ketika melihat area parkir stadion sudah mulai sepi dari kendaraan rombongan tim.
Situasi ini menjadi sangat ironis mengingat dirinya adalah salah satu pemain kunci yang biasanya selalu mendapatkan perhatian dari ofisial.
Ternyata koordinasi yang kurang baik dari pihak manajemen tim menjadi penyebab utama mengapa pemain mereka bisa tertinggal di stadion.
Emil Audero hanya bisa berdiri terpaku di area parkir sambil memikirkan cara untuk bisa kembali pulang menuju ke Cremona.
Bantuan Pihak Sassuolo Untuk Mengamankan Kepulangan Emil Audero
Pihak klub Sassuolo yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan bantuan dengan mencoba mengontak langsung pihak manajemen klub tim Cremonese.
Eks penjaga gawang Juventus ini akhirnya mendapatkan tumpangan balik menuju kota Cremona setelah koordinasi darurat berhasil dilakukan oleh kedua.
Insiden Emil Audero yang ditinggal pergi oleh bus timnya sendiri kini menjadi sorotan utama bagi berbagai media massa Italia.
Sky Sport Italia menuliskan artikel dengan judul yang sangat unik yaitu Audero Terlupakan di Stadion usai laga Sassuolo Cremonese.
Sementara itu media Sassuolonews juga menyematkan judul utama mengenai keteledoran pihak Cremonese yang meninggalkan penjaga gawang utama mereka tersebut.
Kabar ini dengan sangat cepat tersebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan para penggemar sepak.
Banyak pihak yang merasa kasihan namun tidak sedikit juga yang menganggap kejadian ini sebagai sebuah lelucon yang sangat langka.
Keluarga serta kerabat Emil Audero di Indonesia juga turut memberikan komentar mengenai nasib apes yang dialami oleh sang pemain.
Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi manajemen klub sepak bola di Italia agar lebih teliti dalam memeriksa pemain.
Meskipun mengalami nasib sial namun Emil Audero tetap bersyukur karena akhirnya bisa kembali berkumpul bersama rekan setimnya di markas.
Sorotan Tajam Media Italia Terhadap Keteledoran Manajemen Cremonese
Media olahraga ternama di Italia sangat menyayangkan insiden tersebut karena dianggap sangat merugikan mentalitas seorang pemain profesional papan atas.
Keteledoran staf ofisial dalam menghitung jumlah pemain sebelum bus berangkat menjadi titik lemah yang sangat krusial bagi sebuah tim.
Judul berita yang provokatif menghiasi halaman depan surat kabar lokal guna memberikan kritik pedas kepada pihak manajemen klub asal.
Para pengamat sepak bola Italia menilai bahwa kejadian memalukan ini mencerminkan kurangnya komunikasi internal yang baik di dalam organisasi.
Meskipun terlihat sebagai kejadian yang lucu namun faktor keselamatan pemain harus tetap menjadi prioritas utama bagi setiap klub profesional.
Emil Audero kini menjadi perbincangan hangat di berbagai kanal berita internasional karena kebaikannya melayani penggemar berujung pada nasib sial.
Manajemen Cremonese diprediksi akan segera mengeluarkan pernyataan resmi guna mengklarifikasi serta meminta maaf kepada sang pemain atas insiden tersebut.
Dukungan moral terus mengalir bagi Emil Audero agar dirinya tidak patah semangat dan tetap tampil maksimal pada pertandingan berikutnya.
Kisah unik di Stadion Mapei ini dipastikan akan selalu diingat sebagai salah satu momen paling janggal dalam sejarah liga.
Semoga koordinasi yang lebih baik dapat tercipta sehingga tidak ada lagi pemain yang merasa ditinggalkan oleh timnya sendiri nanti.












