BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban bencana tanah longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kembali dilanjutkan pada hari ketiga, Senin (26/1/2026).
Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap kurang lebih 80 warga yang dilaporkan hilang pasca peristiwa longsor.
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S., M.Tr.Opsla, memimpin langsung briefing operasi SAR.
Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa pada hari ketiga ini tim memfokuskan pencarian di dua sektor utama, yakni sektor A di bagian timur dan sektor B di bagian barat Desa Pasirlangu.
Operasi SAR melibatkan unsur Basarnas, TNI-Polri, Kementerian PUPR, BNPB, Kementerian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, relawan, serta komunitas SAR. Berbagai metode pencarian diterapkan, mulai dari pencarian manual, penggunaan alkon, hingga pengerahan alat berat.
Pengerahan Alat Berat dan Penambahan Personel SAR
“Hari ini kita fokuskan membagi tim menjadi dua sektor, yakni sektor A di bagian timur dan sektor B di bagian barat Desa Pasirlangu. Kami juga mendapat penambahan kekuatan personel dari Kantor SAR Semarang, Yogyakarta, Cilacap, serta potensi SAR dan relawan dari berbagai organisasi,” ujar Yudhi Bramantyo.
Ia menambahkan, untuk mendukung percepatan pencarian korban longsor Cisarua, tim SAR Gabungan mengerahkan sembilan unit excavator. Yang akan difokuskan pada area-area yang diduga menjadi titik tertimbunnya korban.
“Untuk pencarian menggunakan alat berat, hari ini ada sembilan excavator yang akan digerakkan,” lanjutnya.
Hingga saat ini, data sementara mencatat sebanyak 25 kantung jenazah telah berhasil dievakuasi. Sementara itu, sekitar 80 orang lainnya masih dalam proses pencarian. Seluruh kantung jenazah yang ditemukan diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi lebih lanjut.
“Setiap kantung jenazah kami serahkan ke pihak DVI untuk dilakukan identifikasi, dan selanjutnya tim DVI yang akan merilis data korban,” jelas Yudhi.
Ia berharap kondisi cuaca dapat mendukung pelaksanaan operasi SAR agar proses pencarian berjalan maksimal hingga sore hari. Mengingat faktor cuaca sangat mempengaruhi keselamatan dan efektivitas pencarian.
Saat ini, tercatat sebanyak 2.129 personel dari berbagai unsur terlibat dalam operasi SAR tersebut. (uby)












