• Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan
No Result
View All Result
PASJABAR
Minggu, 7 Juni 2026
  • Login
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Filosofi Tri Tangtu Di Buana: Menelusuri Akar Kearifan Lokal Masyarakat Sunda Dalam Menjaga Keseimbangan Hubungan Manusia Dengan Alam Semesta

admin
Selasa. 27 Januari 2026
Filosofi Tri Tangtu Di Buana: Menelusuri Akar Kearifan Lokal Masyarakat Sunda Dalam Menjaga Keseimbangan Hubungan Manusia Dengan Alam Semesta

Filosofi Tri Tangtu di Buana. (generate by GeminiAI)

Share on FacebookShare on WhatsAppShare on Telegram

WWW.PASJABAR.COM — Tri Tangtu di Buana merupakan sebuah konsep filosofis masyarakat Sunda yang menjadi landasan utama dalam mengatur tatanan kehidupan manusia.

Konsep ini secara etimologis memiliki arti tiga ketentuan pasti di dunia yang harus dijalankan demi terciptanya sebuah keharmonisan hidup.

RELATED POSTS

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

BMKG Jelaskan Penyebab Fenomena Bediding yang Bikin Dingin

Masyarakat Sunda kuno meyakini bahwa keseimbangan alam semesta hanya dapat terwujud apabila tiga unsur utama kehidupan saling bersinergi bersama.

Ketiga unsur tersebut terdiri dari hubungan manusia dengan Tuhan serta hubungan manusia dengan sesamanya dan hubungan manusia dengan alam.

Penerapan ajaran Tri Tangtu di Buana mencakup berbagai aspek mulai dari kepemimpinan sosial hingga tata kelola lingkungan hidup masyarakat.

Landasan Naskah Kuno Sanghyang Siksa Kandang Karesian

Sumber tertulis utama mengenai konsep Tri Tangtu di Buana dapat ditemukan secara jelas dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kandang Karesian.

Naskah yang ditulis pada tahun 1518 ini menjelaskan peran penting tiga pemimpin utama dalam struktur sosial masyarakat Sunda kuno.

Tiga pemimpin tersebut dikenal dengan sebutan Rama serta Resi dan Prabu yang masing-masing memiliki fungsi tugas sangat berbeda namun.

Rama berperan sebagai pendidik masyarakat sementara Resi bertugas menjaga hukum agama dan Prabu bertindak sebagai pemimpin eksekutif dalam pemerintahan.

Sinergi antara Rama serta Resi dan Prabu merupakan syarat mutlak bagi terciptanya kemakmuran dan kedamaian di dalam sebuah wilayah.

Implementasi Konsep Tri Tangtu Dalam Struktur Pemerintahan

Dalam konteks pemerintahan konsep Tri Tangtu di Buana membagi kekuasaan menjadi tiga bagian yang saling melengkapi satu sama lainnya.

Unsur pertama adalah kepemimpinan rakyat yang diwakili oleh sosok Rama sebagai pemegang kedaulatan moral paling tinggi di dalam masyarakat.

Unsur kedua adalah kepemimpinan spiritual yang dipegang oleh Resi guna memastikan setiap tindakan manusia sesuai dengan ajaran hukum Tuhan.

Unsur ketiga adalah kepemimpinan politik yang dijalankan oleh Prabu untuk mengatur urusan duniawi serta menjaga keamanan seluruh warga negara.

Pembagian tugas ini bertujuan untuk mencegah adanya penyalahgunaan kekuasaan oleh satu pihak dalam menjalankan roda pemerintahan di tanah Pasundan.

Keseimbangan Ekologi Dan Hubungan Manusia Dengan Alam

Tri Tangtu di Buana juga mengatur bagaimana manusia harus bersikap terhadap alam sekitar guna menjaga keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Masyarakat Sunda kuno diajarkan untuk menghormati hutan serta gunung dan sumber air sebagai bagian dari tatanan kosmos yang suci.

Kerusakan pada salah satu unsur alam dianggap akan membawa malapetaka besar bagi kehidupan manusia karena memutus tali keseimbangan jagat.

Nilai kearifan lokal ini tercermin dalam sistem hutan larangan serta hutan titipan yang masih dipertahankan oleh masyarakat adat tertentu.

Harmoni antara mikrokosmos dan makrokosmos menjadi inti sari dari seluruh rangkaian ajaran Tri Tangtu di Buana yang sangat luhur.

Relevansi Ajaran Tri Tangtu Dalam Kehidupan Modern

Meskipun berasal dari zaman dahulu ajaran Tri Tangtu di Buana masih memiliki relevansi yang sangat kuat dalam menghadapi tantangan.

Konsep kepemimpinan yang berintegritas serta berlandaskan nilai spiritual sangat dibutuhkan untuk memperbaiki tatanan sosial yang mulai mengalami degradasi saat.

Kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup merupakan pesan moral utama yang harus terus digaungkan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Mempelajari naskah kuno seperti Sanghyang Siksa Kandang Karesian membantu kita memahami jati diri bangsa yang kaya akan nilai kearifan.

Tri Tangtu di Buana adalah warisan intelektual yang harus kita jaga demi mewujudkan masa depan dunia yang jauh lebih baik.

Daftar Sumber Teks Tertulis:

  • Naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian (1518): Merupakan sumber primer yang menjelaskan pembagian peran Rama, Resi, dan Prabu dalam masyarakat.

  • Naskah Carita Parahyangan: Menyebutkan implementasi tatanan sosial dan politik pada masa kerajaan-kerajaan Sunda berdasarkan prinsip keseimbangan tiga unsur.

  • Naskah Amanat Galunggung (Kropak 632): Berisi wejangan mengenai pentingnya menjaga aturan hidup (tangtu) agar jati diri bangsa tidak hilang ditelan zaman.

  • Buku “Manusia Sunda” karya Ajip Rosidi: Memberikan analisis mendalam tentang bagaimana konsep Tri Tangtu memengaruhi pola pikir dan perilaku orang Sunda.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.

Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer.

Tags: budaya sundaFilosofiFilosofi Hidup Masyarakat Sundajawa baratKearifan Lokal Jawa BaratKonsep Tri Tangtu di Buana SundaNaskah KunoRama Resi Prabu SundaSanghyang Siksa Kandang Karesiansejarah SundaTri Tangtu di Buana
Share30SendShare

Related Posts

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

Jhon Be
Sabtu. 6 Juni 2026
0

* knicks spurs BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM -- New York Knicks kembali meraih kemenangan pada Game 2 Final NBA 2026 yang berlangsung...

bmkg bediding

BMKG Jelaskan Penyebab Fenomena Bediding yang Bikin Dingin

Hanna Hanifah
Sabtu. 6 Juni 2026
0

WWW.PASJABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluruskan informasi yang ramai beredar di media sosial terkait fenomena bediding atau...

Google Bawa Gemini AI ke Ponsel Android Go Edition

Google Bawa Gemini AI ke Ponsel Android Go Edition

Hanna Hanifah
Sabtu. 6 Juni 2026
0

WWW.PASJABAR.COM — Google mulai menghadirkan dukungan asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) Gemini pada perangkat Android (Go Edition), sistem operasi...

KAI

KAI Daop 2 Bandung Tawarkan Tarif Hemat Liburan Sekolah

Uby
Sabtu. 6 Juni 2026
0

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menghadirkan program diskon tarif sebesar 30 persen untuk seluruh kereta...

Harga Pangan

Harga Pangan Strategis Berfluktuasi, Cabai Rawit Masih Tertinggi

Hanna Hanifah
Sabtu. 6 Juni 2026
0

WWW.PASJABAR.COM — Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga sejumlah komoditas pangan strategis masih...

Next Post
Pemain muda asal Thailand, Pitchamon Opatniputh. (instagram/@pinkkk_opat)

Pesona Pitchamon Opatniputh Di Istora: Bintang Muda Thailand Cetak Sejarah Sebagai Finalis Termuda Turnamen Super 500 Melawan Chen Yufei

Foto: Action Images via Reuters/Peter Cziborra

Kabar Cedera Patrick Dorgu: Bintang Muda Manchester United Alami Masalah Hamstring Usai Cetak Gol Spektakuler Ke Gawang Arsenal

RECOMMENDED

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

Sabtu. 6 Juni 2026
bmkg bediding

BMKG Jelaskan Penyebab Fenomena Bediding yang Bikin Dingin

Sabtu. 6 Juni 2026
  • 640 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • iPhone 18

    Bocoran iPhone 18 Pro Max Usung Baterai Lebih Besar dan Berat

    234 shares
    Share 94 Tweet 59
  • ESDM Siapkan Langkah Efisiensi Energi Hadapi Geopolitik Timur Tengah

    231 shares
    Share 92 Tweet 58
  • Cuaca Bandung Hari Ini Terasa Lebih Panas, Ini Penyebabnya

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • 19 Sekolah di Jawa Barat Resmi Jadi Sekolah Maung 2026, Diterapkan di Tahun Ajaran Baru

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Bandung Panas dan Hujan Bergantian, BMKG Ungkap Penyebabnya

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
PASJABAR

© 2026 PASJABAR</a

Navigate Site

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

Ok

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by
No Result
View All Result
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI

© 2026 PASJABAR</a