JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM — Pitchamon Opatniputh menjadi sorotan utama dalam ajang Indonesia Masters 2026 yang telah sukses digelar di Stadion Istora Senayan Jakarta.
Pesona kecantikan serta performa impresif dari pemain muda asal Thailand tersebut berhasil mencuri perhatian besar para penggemar sepanjang turnamen.
Opatniputh tampil penuh percaya diri dengan permainan agresif serta rapi saat dirinya melangkah menuju partai final tunggal putri bergengsi.
Ia berhasil menyingkirkan Huang Lingqing serta Miyazaki Yuka dan Nguyen Thuy Linh serta Letshanaa Karupathevan untuk mencapai babak final.
Banyak pihak menilai Opatniputh memiliki paket lengkap sebagai ikon baru bulu tangkis putri Thailand karena prestasi dan daya tarik.
Rekor Sejarah BWF Dan Profil Prestasi Pitchamon Opatniputh
Nama Opatniputh tercatat sebagai peraih medali emas tunggal putri Kejuaraan Dunia Junior 2023 serta runner up ajang Taipei Open.
BWF mencatat Opatniputh sebagai pemain paling muda sepanjang sejarah yang mampu mencapai final turnamen level Super 500 saat ini.
Pencapaian istimewa tersebut diraih oleh pemain berbakat asal Thailand ini tepat pada usianya yang menginjak sembilan belas tahun lebih.
Pada partai final ia menghadapi tantangan yang sangat berat dari pemain unggulan utama asal China yaitu sosok Chen Yufei.
Kedua pemain tersebut pernah bertemu sebelumnya di mana Opatniputh sempat memberikan perlawanan yang sangat sengit hingga melalui tiga gim.
Langkah Chen Yufei Menuju Final Indonesia Masters 2026
Chen Yufei melaju ke final usai mengalahkan veteran asal Jepang Nozomi Okuhara melalui pertandingan yang berakhir dengan dua gim.
Meskipun sempat menyia-nyiakan tiga match point namun Chen tetap mengamankan kemenangan dengan skor akhir 21-15 serta 24-22 tersebut.
Keberhasilan menembus partai puncak di Istora Senayan ini merupakan pencapaian final pertama bagi Chen Yufei pada musim kompetisi ini.
Pemain peringkat empat dunia tersebut sebelumnya hanya mampu mencapai babak semifinal pada ajang Malaysia Open serta ajang India Open.
Langkah Chen sempat terhenti setelah dirinya memutuskan mengundurkan diri serta kalah dari rekan senegaranya sendiri yaitu pemain Wang Zhiyi.
Duel Talenta Muda Melawan Pengalaman Di Level Tertinggi
Absennya An Se Young serta Wang Zhiyi membuat Chen Yufei mampu memaksimalkan peluang besar hingga berhasil menembus babak final.
Duel melawan Pitchamon Opatniputh diprediksi menjadi panggung besar yang mempertemukan pesona kecantikan serta talenta muda dengan pengalaman sangat tinggi.
Pertemuan ini sangat dinantikan oleh para pecinta bulu tangkis karena menyajikan pertarungan teknis yang sangat menarik di atas lapangan.
Pitchamon Opatniputh diharapkan mampu memberikan kejutan besar bagi publik Istora melalui gaya permainan menyerang yang menjadi ciri khas utamanya.
Pertandingan final tunggal putri ini akan menjadi catatan sejarah baru bagi perkembangan bulu tangkis dunia pada awal tahun 2026.












