BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Cuaca buruk yang melanda kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memaksa tim SAR gabungan menghentikan sementara proses pencarian korban tanah longsor di Kampung Pasir Kuning pada Rabu (28/1/2026) pagi.
Memasuki hari kelima operasi pencarian, kondisi cuaca dinilai tidak memungkinkan dan berisiko membahayakan keselamatan petugas di lapangan.
Kabut tebal disertai hujan dengan intensitas cukup tinggi menyelimuti area longsor sejak pagi hari. Kondisi tersebut menghambat jarak pandang serta meningkatkan potensi longsor susulan, sehingga tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas pencarian dan evakuasi korban.
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Yudi Bramantyo, mengatakan keputusan penghentian sementara ini dilakukan semata-mata demi keselamatan seluruh personel yang bertugas di lokasi bencana.
“Keselamatan petugas menjadi prioritas utama. Saat ini kondisi di lapangan tertutup kabut tebal dan hujan, sehingga sangat berbahaya untuk melanjutkan pencarian. Operasi akan kembali dilanjutkan setelah cuaca dinyatakan aman,” ujar Yudi Bramantyo.
DVI Polda Jabar Terima 50 Kantong Jenazah
Sementara itu, hingga Rabu siang, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah menerima sebanyak 50 kantong jenazah. Jumlah tersebut berasal dari total 108 warga yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat tertimbun material tanah longsor.
Proses identifikasi terhadap korban yang telah ditemukan terus dilakukan oleh tim DVI guna memastikan identitas korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Petugas juga masih mendata dan memverifikasi laporan warga yang kehilangan anggota keluarganya dalam peristiwa longsor tersebut.
Tim SAR gabungan menegaskan bahwa penghentian pencarian ini bersifat sementara. Seluruh personel dan peralatan berat tetap disiagakan di sekitar lokasi, menunggu kondisi cuaca membaik agar proses pencarian dapat kembali dilanjutkan secepatnya.
Bencana longsor di Kampung Pasir Kuning, Cisarua, menjadi salah satu bencana paling mematikan di wilayah Kabupaten Bandung Barat dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berupaya maksimal dalam penanganan darurat, pencarian korban, serta pendampingan bagi keluarga terdampak. (uby)












