• Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan
No Result
View All Result
PASJABAR
Minggu, 7 Juni 2026
  • Login
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Kekuatan Sauyunan (Bagian 2): Rahasia Naskah Lontar Sanghyang Siksa Kandang Karesian

admin
Rabu. 28 Januari 2026
Jaka, Mang Dadang dan Mang Ade. (generate by dreaminaAI)

Jaka, Mang Dadang dan Mang Ade. (generate by dreaminaAI)

Share on FacebookShare on WhatsAppShare on Telegram

WWW.PASJABAR.COM — Mentari pagi di Pasir Angin kembali menyapa, namun kali ini sinarnya terasa membawa beban baru bagi Jaka. Naskah lontar yang ia temukan di gubuk Aki Karma kini terbentang di depannya, di meja kayu sederhana di ruang tamu. Tulisan kuno yang terpahat apik itu seolah berbisik, memanggilnya untuk memahami makna di balik setiap aksara.

Menggali Makna Naskah Lontar Sanghyang Siksa Kandang Karesian

https://pasjabar.com/wp-content/uploads/2026/01/dreamina-2026-01-28-5898-Generate-a-cinematic-video-based-on-the-.mp4

Pagi itu, Jaka ditemani Mang Dana dan Mang Ade, pemuda desa yang kini solid mendukungnya. Mereka mencoba mengurai isi naskah itu.

RELATED POSTS

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

BMKG Jelaskan Penyebab Fenomena Bediding yang Bikin Dingin

Mang Dadang, dengan kacamata tuanya, mencoba membacakan baris-baris yang masih bisa dikenali.

“Ini… ini bukan sekadar peta atau surat tanah, Jaka,” ujar Mang Dadang, matanya menyorot tajam.

“Ini adalah ajaran, ‘ karesian ‘, tentang bagaimana manusia Sunda seharusnya hidup. Ada petunjuk menjaga cai (air), taneuh (tanah), dan leuweung (hutan) agar tidak kualat.”

Jaka teringat salah satu petikan dari Sanghyang Siksakandang Karesian yang pernah ia dengar dari Aki Karma:

“Hayang boga sawah, ulah ngaruksak leuweung. Hayang loba cai, ulah miceun runtah ka walungan.“

“(Ingin punya sawah, jangan merusak hutan. Ingin banyak air, jangan membuang sampah ke sungai).”

Ia menyadari bahwa naskah ini adalah fondasi filosofis mengapa Leuweung Titipan itu harus dipertahankan.

 Hutan itu adalah penopang kehidupan seluruh lembah, bukan hanya sekadar kumpulan pohon.

Ujian Persatuan Desa: Ancaman Perpecahan

Situasi di desa semakin memanas. Pihak PT. Cakrawala tak berhenti melancarkan berbagai cara untuk memuluskan rencana mereka.

Mereka menyelenggarakan pertemuan terbuka, menawarkan kompensasi yang menggiurkan bagi warga yang setuju tanahnya dibeli.

Tak hanya itu, mereka juga menjanjikan berbagai fasilitas modern yang selama ini hanya bisa diimpikan warga: jalan beraspal, listrik 24 jam, bahkan beasiswa untuk anak-anak desa.

“Lihat saja desa sebelah, mereka maju karena ada investasi!” teriak seorang warga yang pro-pengembang, Mat Jaja.

“Kita tidak bisa selamanya hidup seperti ini, hanya bergantung pada sawah dan balong!”

Jaka dan Mang Dadang tahu, perpecahan ini adalah taktik umum untuk melemahkan perlawanan. Mereka berusaha meyakinkan warga bahwa kesejahteraan tidak selalu diukur dari kemewahan semu.

“Kita punya kekayaan yang lebih berharga: alam yang lestari, sumber mata air yang jernih, dan budaya yang kuat,” kata Jaka, suaranya berusaha menenangkan riuhnya suasana.

“Kalau hutan itu rusak, mata air kita kering. Lalu, mau makan apa kita? Mau minum apa?”

Perlawanan Melalui Kearifan LokalNaskah Lontar Sanghyang Siksa Kandang Karesian

Malam harinya, di bawah rembulan purnama, Jaka mengadakan musyawarah adat di balai desa. Ia mengeluarkan naskah lontar dan menjelaskan arti pentingnya Leuweung Titipan sebagai bagian dari tanah karamat (tanah yang disucikan).

Mang Dadang menambahkan, “Nenek moyang kita mengajarkan sauyunan, bersatu padu. Kita menjaga alam, alam menjaga kita. Ini bukan soal menolak kemajuan, tapi memilih kemajuan yang saluyu (selaras) dengan alam dan nilai-nilai kita.”

Jaka lantas mengusulkan sebuah rencana: membuat dokumentasi dan petisi yang didukung oleh bukti-bukti sejarah dari naskah lontar, serta didukung oleh kesaksian para sesepuh.

Mereka juga akan mengumpulkan data tentang potensi ekowisata dan pertanian organik di Leuweung Titipan, sebagai alternatif pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Semangat kebersamaan mulai tumbuh kembali. Warga yang tadinya bimbang, perlahan kembali merapatkan barisan.

Mereka sadar bahwa masa depan anak cucu jauh lebih penting daripada uang sesaat.

Bayangan Bahaya dari Balik Semak

https://pasjabar.com/wp-content/uploads/2026/01/dreamina-2026-01-28-5898-Generate-a-cinematic-video-based-on-the-.mp4

Saat Jaka dan Mang Dadang pulang dari musyawarah, bayangan hitam mengintai dari balik semak-semak.

Seorang pria bertubuh kekar, yang sering terlihat bersama para perwakilan PT. Cakrawala, mematung di kegelapan.

Ia mencatat setiap nama yang hadir dalam musyawarah. Ancaman tidak hanya datang dari proyek pembangunan, tapi juga dari orang-orang yang siap melakukan apa saja demi keuntungan.

Jaka dan Mang Dadang merasakan firasat buruk. Perjuangan mereka tidak akan mudah.

Namun, dengan kekuatan sauyunan dan amanat leluhur yang kini jelas di hadapan mereka, Jaka merasa yakin bahwa mereka tidak akan berjuang sendirian.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.

Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer.

Tags: budaya sundaCerita BersambungKearifan LokalKelestarian AlamNaskah Kuno SundaPersatuan Desa
Share30SendShare

Related Posts

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

Jhon Be
Sabtu. 6 Juni 2026
0

* knicks spurs BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM -- New York Knicks kembali meraih kemenangan pada Game 2 Final NBA 2026 yang berlangsung...

bmkg bediding

BMKG Jelaskan Penyebab Fenomena Bediding yang Bikin Dingin

Hanna Hanifah
Sabtu. 6 Juni 2026
0

WWW.PASJABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluruskan informasi yang ramai beredar di media sosial terkait fenomena bediding atau...

Google Bawa Gemini AI ke Ponsel Android Go Edition

Google Bawa Gemini AI ke Ponsel Android Go Edition

Hanna Hanifah
Sabtu. 6 Juni 2026
0

WWW.PASJABAR.COM — Google mulai menghadirkan dukungan asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) Gemini pada perangkat Android (Go Edition), sistem operasi...

KAI

KAI Daop 2 Bandung Tawarkan Tarif Hemat Liburan Sekolah

Uby
Sabtu. 6 Juni 2026
0

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menghadirkan program diskon tarif sebesar 30 persen untuk seluruh kereta...

Harga Pangan

Harga Pangan Strategis Berfluktuasi, Cabai Rawit Masih Tertinggi

Hanna Hanifah
Sabtu. 6 Juni 2026
0

WWW.PASJABAR.COM — Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga sejumlah komoditas pangan strategis masih...

Next Post
Foto: Arsenal FC via Getty Images/Stuart MacFarlane

Arsenal Incar Rekor Sempurna: Mikel Arteta Bertekad Sapu Bersih Fase Liga Champions Saat Menjamu Kairat Almaty Di Stadion Emirates

Pemain Borussia Dortmund saat merayakan gol Julian Brandt pada laga Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Ebrahim Noroozi

Prediksi Dortmund vs Inter: Pertempuran Mantan Juara Eropa Di Signal Iduna Park Demi Mengamankan Posisi Delapan Besar Klasemen Liga

RECOMMENDED

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

Sabtu. 6 Juni 2026
bmkg bediding

BMKG Jelaskan Penyebab Fenomena Bediding yang Bikin Dingin

Sabtu. 6 Juni 2026
  • 640 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • iPhone 18

    Bocoran iPhone 18 Pro Max Usung Baterai Lebih Besar dan Berat

    233 shares
    Share 93 Tweet 58
  • ESDM Siapkan Langkah Efisiensi Energi Hadapi Geopolitik Timur Tengah

    231 shares
    Share 92 Tweet 58
  • Cuaca Bandung Hari Ini Terasa Lebih Panas, Ini Penyebabnya

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • 19 Sekolah di Jawa Barat Resmi Jadi Sekolah Maung 2026, Diterapkan di Tahun Ajaran Baru

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Bandung Panas dan Hujan Bergantian, BMKG Ungkap Penyebabnya

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
PASJABAR

© 2026 PASJABAR</a

Navigate Site

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

Ok

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by
No Result
View All Result
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI

© 2026 PASJABAR</a