BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Hampir satu pekan pascabencana tanah longsor yang melanda Kampung Pasir Kuning, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, proses pencarian korban masih terus berlangsung.
Seiring berjalannya waktu, korban yang berhasil dievakuasi dari timbunan material longsor ditemukan dalam kondisi yang semakin memprihatinkan. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat pun menyiapkan peti jenazah agar para korban dapat dimakamkan secara layak oleh keluarga.
Pemkab Bandung Barat menyiapkan sebanyak 50 peti jenazah untuk digunakan bagi korban longsor yang telah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
Langkah ini dilakukan mengingat kondisi jasad korban dipastikan tidak lagi dalam keadaan baik, bahkan sebagian ditemukan tidak utuh setelah tertimbun material tanah selama berhari-hari.
Penggunaan peti jenazah dinilai penting untuk menjaga martabat para korban sekaligus mengurangi beban psikologis keluarga saat proses penyerahan jenazah.
“Ini kami lakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para korban, agar keluarga bisa menerima dan memakamkan dengan layak,” ujar Jeje Ritchie Ismail, Bupati Kabupaten Bandung Barat.
Pencarian Masih Berlangsung, 27 Korban Belum Ditemukan

Memasuki hari keenam operasi pencarian, tim SAR gabungan masih terus menyisir area longsor di kawasan Cisarua ini meski dihadapkan pada tantangan cuaca berupa kabut tebal dan kondisi tanah yang labil.
Hingga Kamis (29/1/2026) pagi, tercatat 53 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, 37 jenazah telah teridentifikasi, sementara sisanya masih menjalani proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Barat.
Sementara itu, 27 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dilakukan pencarian. Untuk mempercepat proses evakuasi, ratusan personel gabungan diterjunkan dengan dukungan sejumlah alat berat. Fokus pencarian saat ini dipusatkan di sektor A1 dan A2 yang diduga menjadi titik tertimbunnya banyak korban.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menegaskan bahwa operasi SAR tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan petugas.
“Faktor cuaca memang menjadi tantangan, namun pencarian akan terus dilakukan dengan prinsip keselamatan personel, pengendalian risiko longsor susulan, serta transparansi data korban,” kata Ade.
Sementara terkait rencana relokasi warga terdampak, Pemkab Bandung Barat masih menunggu hasil kajian tim geologi. Untuk memastikan lokasi hunian baru yang aman bagi para korban. (uby)












