BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Memasuki satu pekan pascabencana tanah longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tim SAR gabungan terus melanjutkan proses pencarian korban, Jumat (30/1/2026) pagi.
Meski cuaca diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga gerimis, upaya pencarian tetap dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan petugas.
Pencarian korban longsor pada hari ketujuh ini difokuskan di sektor B1 serta area lidah mahkota longsoran. Ratusan personel gabungan dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI, Polri, serta relawan dikerahkan di lokasi terdampak.
Tim K9 Basarnas dengan anjing pelacak lebih dahulu diterjunkan untuk memetakan titik-titik yang diduga terdapat korban tertimbun material longsor.
Pencarian Diperkuat Meski Cuaca Belum Bersahabat
Setidaknya terdapat empat sektor pencarian yang dibagi oleh tim SAR gabungan. Di setiap sektor, sekitar 166 personel diterjunkan untuk mempercepat proses evakuasi. Namun, kondisi tanah yang labil serta curah hujan yang masih turun menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
“Sampai hari ini pencarian masih kami fokuskan di beberapa sektor prioritas. Anjing pelacak kami turunkan terlebih dahulu untuk membantu menentukan titik-titik yang dicurigai,” ujar Agung, petugas Basarnas selaku Sector Officer A1.
Berdasarkan data terbaru tim SAR gabungan, bencana longsor di Cisarua berdampak terhadap 158 korban jiwa. Dari jumlah tersebut, 78 warga dinyatakan selamat, 55 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi, sementara 25 warga lainnya masih diduga tertimbun material longsoran.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan ringan hingga hujan lebat masih akan menaungi kawasan longsor Cisarua selama sepekan ke depan.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan BMKG telah melakukan operasi modifikasi cuaca lebih dari 20 kali sejak 24 Januari 2026.
“Kami sudah melakukan penerbangan modifikasi cuaca beberapa kali, namun karena saat ini berada di puncak musim hujan, pertumbuhan awan masih sangat tinggi,” kata Teguh.
BMKG mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi potensi longsor susulan di wilayah terdampak. (uby)












