WWW.PASJABAR.COM – Tim SAR gabungan menambah kekuatan pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (30/1/2026) pagi.
Penambahan dilakukan dengan mengerahkan dua unit alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses evakuasi material longsoran. Hingga hari ketujuh pascabencana, tercatat sebanyak 55 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Dengan kondisi cuaca yang relatif cerah, petugas gabungan kembali melanjutkan pencarian korban yang diduga masih tertimbun tanah longsor. Ratusan personel dari Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BPBD. Serta relawan dibagi ke sejumlah sektor pencarian guna mempercepat proses evakuasi.
Fokus pencarian diarahkan ke titik-titik yang sebelumnya terdeteksi memiliki potensi keberadaan korban.
Dua Ekskavator Tambahan Dikerahkan
Untuk mempercepat pengangkatan material longsoran, tim SAR menambah dua unit ekskavator besar.
Dengan tambahan tersebut, total alat berat yang dikerahkan di lokasi kini berjumlah 19 unit. Alat berat digunakan secara bergantian dan hati-hati. Guna menghindari risiko longsor susulan serta menjaga keselamatan petugas di lapangan.
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Madya TNI Brmantyo, mengatakan penambahan alat berat diharapkan mampu mempercepat proses pencarian korban yang tersisa.
“Dengan penambahan alat berat ini, kami berharap proses pencarian dapat berjalan lebih efektif dan target evakuasi korban bisa segera tercapai, tentunya dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan personel,” ujarnya.
Berdasarkan data terbaru tim SAR gabungan, hingga hari ketujuh pascalongsor, sebanyak 55 kantong jenazah telah dievakuasi. Sementara itu, 25 warga lainnya masih diduga tertimbun material longsoran dan masih dalam proses pencarian.

Di tengah upaya pencarian yang terus berlangsung, warga Desa Pasirlangu menggelar salat ghaib dan doa bersama bagi para korban longsor Cisarua. Kegiatan ini dilaksanakan seusai salat Jumat di salah satu masjid setempat, diikuti oleh warga, relawan, serta petugas SAR yang berada di lokasi.
Tokoh ulama Desa Pasirlangu, Jajang Darmawan, mengatakan doa bersama ini merupakan bentuk ikhtiar batin serta ungkapan duka mendalam atas musibah yang terjadi.
“Kami berharap keluarga korban diberikan kesabaran, dan para petugas yang bertugas di lapangan selalu diberi keselamatan serta kelancaran dalam proses pencarian,” ujar Jajang. (uby)












