WWW.PASJABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi keberadaan tiga bibit siklon tropis yang berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia.
Tiga bibit siklon tersebut masing-masing bernama 94W, 92S, dan 98P, yang memicu belokan serta perlambatan angin sehingga membentuk daerah konvergensi dan meningkatkan potensi cuaca signifikan.
Prakirawati cuaca BMKG, Yuyun Wulandari, menjelaskan bibit siklon tropis 94W terpantau di Samudera Pasifik utara Papua dengan tekanan sekitar 1.005 hektopascal. Sistem ini bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan angin berkisar 20 hingga 25 knot.
“Bibit siklon 94W memengaruhi kondisi atmosfer di perairan utara Papua. Meskipun potensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan masih tergolong rendah,” ujar Yuyun dalam siaran daring, dilansir dari ANTARA, Rabu (4/2/2026).
Sementara itu, bibit siklon tropis 92S terpantau di Samudera Hindia barat daya Lampung dan bersifat persisten atau relatif stasioner.
Bibit ini menginduksi belokan serta perlambatan angin di Samudera Hindia hingga wilayah selatan Banten, meski peluang berkembang menjadi siklon tropis juga masih rendah.
Picu Konvergensi dan Awan Hujan
Bibit siklon tropis lainnya, 98P, terpantau berada di daratan Australia dengan tekanan sekitar 1.006 hektopascal. Dan bergerak ke arah barat dengan kecepatan angin sekitar 20 knot. Sistem ini memengaruhi pesisir utara Australia dan turut berkontribusi terhadap dinamika atmosfer regional.
BMKG mencatat ketiga bibit siklon tersebut secara bersamaan membentuk daerah konvergensi di Samudera Hindia barat daya Lampung. Perairan selatan Banten, perairan tenggara Nusa Tenggara Timur, pesisir utara Australia, serta Samudera Pasifik utara Papua.
Selain itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di Samudera Hindia barat daya Bengkulu dan barat Sumatera Utara.
Menurut Yuyun, kombinasi sistem tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan. Yang dapat memicu hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah. Seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Dan terus memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG. (han)











